Penjualan Sinar Mas Agro Capai Rp 24,8 triliun

NERACA

Jakarta - PT Sinar Mas Agro Resources and Technologies Tbk (SMAR) mencatatkan angka penjualan sebesar Rp 24,98 triliun pada September 2014 atau naik dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 16,73 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Pada sembilan bulan pertama tahun ini laba bersih yang diraih perseroan sebesar Rp 1,20 triliun atau naik dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya Rp 864,63 miliar. Laba usaha naik jadi Rp 1,61 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,39 triliun.

Sementara itu, laba sebelum pajak di kuartal III-2014 ini mencapai Rp 1,62 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,12 triliun.Tercatat, beban pokok naik jadi Rp 21,47 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yang sebesar Rp 13,87 triliun. Sedangkan, beban usaha naik jadi Rp 1,90 triliun dari beban usaha tahun sebelumnya Rp 1,46 triliun.

Tahun ini, perseroan memiliki sejumlah rencana untuk mengoptimalkan kinerja hulu hingga hilirnya. Di sektor hilir perseroan menambah kapasitas produksi 2 pabrik refinery CPO di Jakarta dan Surabaya sebesar 2.000 ton per hari. Saat ini kapasitas refinery SMAR adalah 7.600 ton per hari. Untuk merampungkan proyek ini, perseroan berinvestasi sekitar Rp700 miliar. "Itu termasuk dalam capex tahun ini," kata Pinta Sari Chandra, investor relations perseroan.

Pada 2015, perseroan berencana menambah kapasitas refinery di Belawan sebesar 1.000 ton per hari sehingga dalam 3 tahun ke depan total kapasitas refinery SMAR mencapai 10.600 ton per hari. Saat ini, produk bernilai tambah seperti minyak goreng dan margarin memang berkontribusi besar, sekitar 70% dari total pendapatan perseroan.

Sementara itu, untuk sektor hulu perseroan menganggarkan senilai Rp490 miliar, dana itu terutama untuk penanaman lahan seluas 1.500 hektar dengan rincian 1.200 lahan replanting (ditanami kembali) dan 300 lahan tertanam baru. Bicara soal target produksi, tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan volume produksi CPO sebesar 5% dari total produksi tahun 2013. Sepanjang tahun lalu, perseroan memproduksi 730.000 ton CPO. (bani)

BERITA TERKAIT

Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga…

KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

BNP Paribas Bidik Dana Kelola Rp 31 Triliun

Maraknya perusahaan manajer investasi mengeluarkan produk investasi dalam menghimpun dana masyarakat lebih besar lagi juga dilakukan BNP Paribas Investment Partners.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…