Medco dan Saratoga Investasikan US$ 5,5 juta

Tingkatkan Kapasitas PLTG

Senin, 10/11/2014

NERACA

Jakarta - PT Medco Power Indonesia (MPI) dan PT Saratoga Power menunjuk konsorsium Hyundai Engineering Construction Korea dengan Mitsui Power System Jepang untuk penambahan chiller dan combined cycle di Panaran Batam sebesar 27 megawatt (mw). Sedangkan untuk pembuatan Chiller dilaksanakan oleh Internation Coil Limited (ICL) sebagai pelaksananya. Informasi tersebut disampaikan perseroand dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, MPI melalui anak perusahaannya di Batam PT Mitra Energi Batam (MEB), dikabarkan mampu meningkatkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) MEB Unit I dan MEB Unit II menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) MEB. Penyelesaian MEB Add On CCPP sebesar 21 mw dan Chiller sebesar 6 mw, akan menambah kapasitas PLTG MEB Unit I dan II yang semula 56 mw menjadi PLTGU MEB dengan total kapasitas sebesar 83 mw.

Adapun biaya investasi MEB Add On CCPP and Chiller Project ini sebesar US$ 55,5 juta atau sekira Rp666 miliar jika mengacu kurs Rp12.000 per USD, dengan pendanaan diperoleh dari para Pemegang Saham serta dana pinjaman dari Bank Mandiri yang terdiri atas PT Medco Power Indonesia, Bright PLN Batam, serta YPK PLN.

Penyelesaian MEB tersebut, melalui mekanisme pemanfaatan Siklus kombinasi antara siklus PLTG dan siklus Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pasalnya, PLTU dianggap memiliki tingkat efisensi pembangkit yang optimal di dalam Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik.

Selain itu, penerapan gas buang pada siklus PLTG, yang masih mempunyai suhu 500 derajat celcius. Guna menghasilkan uap melalui fasilitas produksi uap atau Heat Recovery Steam Generator (HRSG), yang selanjutnya dialirkan ke turbin uap yang mampu menghasilkan tambahan kapasitas pembangit listrik sebesar 21 mw.

Sesuai PJBTL antara MEB dengan Bright PLN Batam pada 15 Oktober 2012, MEB Add On CCPP harus mulai beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date COD) dalam 24 bulan dan Chiller dalam 12 bulan setelah ditandatanganinya PJBTL.

Sekedar informasi, penyelesaian kedua proyek dan pencapaian COD dikatakan lebih cepat dari target, yang mana COD MEB Add On CCPP dapat dicapai pada 8 September 2014, yaitu lebih cepat satu bulan lewat satu minggu. Sedangkan, COD Chiller pada 1 Oktober 2013 yaitu dua minggu lebih cepat. Tercapainya proyek ini, adanya COD MEB Add On CCPP and Chiller terhitung sejak tanggal 8 September 2014 kapasitas pembangkitan di Batam telah bertambah sebesar 27 mw.

Asal tahu saja, PT Medco Power Indonesia (MPI) melalui anak perusahaannya PT Energi Listrik Batam (PT ELB) telah mencapai tahap penyelesaian pembangunan (mechanical completion) 2x35 megawatt (mw) Simple Cycle Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Pembangunan ini, berlokasi di Tanjung Uncang, Batam.

Proyek ini, merupakan proyek yang dirancang untuk dapat dikembangkan menjadi Combined Cycle, sehingga total kapasitas listrik menjadi 110 mw. Hal ini, menyatakan bahwa PT ELB akan melakukan commercial operation date (COD), pada 31 Desember 2014. Guna mulai berperan dalam memasok listrik di Batam dan sekitarnya. Sesuai Perjanjian Jual Beli Tenaga Kelistrikan (PJBLT) yang telah disepakati dalam 20 tahun terhitung sejak COD.

Untuk investasi ini, telah dikucurkan dana sekira US$ 66 juta yang untuk pemasangan dua unit Gas Turbine Generator (GTG) jenis Frame 6B dari GE Perancis yang telah selesai dilakukan dan hanya tinggal menunggu tahap uji coba. Namun, untuk dapat mengoperasikan PLTG ini, PT ELB memutuskan untuk memasok gas dari PSC Blok A Natuna. Gas tersebut dialirkan melalui pipa bawah laut WNTS Tie-in ke Pulau Pemping, untuk selanjutnya melalui pipa yang tersambung sampai ke lokasi PLTG. Pasokan gas dari Natuna Blok A Premier Oil yang seharusnya untuk kelistrikan di Batam, saat ini justru dialihkan ke daerah lain dengan mekanisme swap. (bani)