Kapitalisasi Bursa Bakal Unggul di Regional

Senin, 10/11/2014

NERACA

Jakarta – Lambat tapi pasti, industri pasar modal mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Bahkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim bila pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mendorong nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia hampir menyamai bursa di kawasan regional.

Dalam siaran persnya di Jakarta kemarin, Sekertaris Perusahaan BEI Irmawati Amran mengatakan, per 31 Oktober 2014, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp5.071 triliun atau US$ 413 juta. Jumlah itu hampir menyamai bursa di kawasan regional seperti Bursa Thailand (US$ 434 juta), Bursa Malaysia (US$ 515 juta) dan Bursa Singapura (US$ 581 juta) dan diperkirakan melampaui ketiga bursa tersebut dalam beberapa tahun ke depan,”Peningkatan kapitalisasi pasar juga sejalan dengan pertumbuhan level IHSG yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir dan melampaui level indeks saham negara lain di kawasan regional," kata dia.

Di sepanjang tahun ini, lanjut dia, sampai dengan 31 Oktober 2014, IHSG BEI tumbuh 19,08% atau di atas pertumbuhan indeks saham Shanghai (15,38%), Dow Jones (4,35%), Singapura (3,84%), Hongkong (3,24%), Tokyo (0,75%), Malaysia (minus 0,93%), dan Korea (minus 2,33%).

Meski demikian, Irmawati Amran mengatakan bahwa agar pergerakan IHSG menjadi lebih stabil, BEI bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) aktif melaksanakan sosialisasi ke berbagai daerah untuk meningkatkan partisipasi investor domestik,”Hal ini dilakukan agar pasar modal Indonesia dapat lebih memiliki daya tahan terhadap krisis dan meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat regional,”paparnya.

Apalagi, lanjut dia, berdasarkan survei literasi keuangan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di 2013, masyarakat Indonesia masih belum memiliki tingkat literasi keuangan yang memadai, termasuk pengetahuan tentang produk pasar modal. Survei OJK menunjukkan hanya satu orang dari setiap 1.000 penduduk yang menggunakan produk dan jasa pasar modal.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan per kapita masyarakat setiap tahunnya, Irmawati Amran mengatakan bahwa pemberian edukasi dan sosialisasi tentang investasi serta produk-produk di pasar modal menjadi hal yang wajib untuk dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat semakin memahami pasar modal Indonesia,”Diharapkan masyarakat dapat lebih rasional dalam berinvestasi di pasar modal serta memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengenal dunia pasar modal, serta memiliki kemampuan dalam menghitung tingkat imbal hasil dari investasi di pasar modal,”tuturnya.

Asal tahu saja, BEI mencatat perusahaan yang mencatatkan sahamnya (listing) di pasar modal domestik meningkat lebih dari dua kali lipat dari 238 emiten pada 1995 menjadi 501 emiten per Oktober 2014. Hal itu diikuti peningkatan kapitalisasi pasar modal Indonesia,”Meningkatnya usia produktif dan tingkat konsumsi memicu investor asing membidik Indonesia sebagai pangsa pasar yang prospektif," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2 BEI Umi Kulsum. (bani)