Performance Saham Wika Beton Makin Kokoh

Masuk Indeks MSCI Global

Senin, 10/11/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun kapitalisasi pasar modal dalam negeri belum bisa mengungguli kapitalisasi pasar saham di negara Asia atau Eropa, namun sejumlah saham dari pasar modal Indonesia masuk dalam indeks Morgan Stanley Composite International (MSCI) Global Small Cap pada November 2014. Tiga saham lapis kedua yang masuk indeks saham MSCI Global Small Cap itu antara lain PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Sitara Propertindo Tbk (TARA), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Selain itu, ada juga saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI Global Small Cap ini. Saham-saham lapis kedua yang dikeluarkan antara lain PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Minna Padi Investama Tbk (PADI), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dan PT Trada Maritime Tbk (TRAM). Sepertinya tiga saham yang masuk dalam MSCI Global Small Cap ini berdampak positif untuk gerak tiga saham tersebut.

Tengok saja pada perdagangan saham Jumat akhir pekan kemarin, saham ELSA naik 4,55% ke level Rp 505 per saham, saham WTON menguat 4,02 persen ke level Rp 1.165 per saham, dan saham TARA cenderung stabil di kisaran Rp 407 per saham. Indeks MSCI Global Small Cap merupakan kumpulan saham dari berbagai negara dengan jumlah saham yang diperdagangan (free float) minimal 14%.

Kata analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, pengumuman masuknya tiga saham pasar modal Indonesia dalam indeks MSCI Global Small Cap berdampak ke harga sahamnya. Akan tetapi, dirinya menilai dari ketiga saham tersebut, hanya saham PT Wijaya Karya Beton Tbk memiliki prospek cukup baik dari kinerja. Hal itu mengingat pemerintah menggenjot proyek infrastruktur akan berdampak positif terhadap permintaan beton.

Adanya harapan itu berdampak terhadap harga sahamnya naik signifikan sepanjang 2014. Saham WTON naik 89,83% menjadi Rp 1.120 per saham sepanjang 2014. "Dari sisi volume transaksi perdagangan, saham WTON juga cukup bagus,”ungkapnya.

Belanja Modal

Sebagai informasi, tidak hanya kinerja keuangan yang solid. Namun performance ekspansi bisnisnya juga terus agresif. Tahun depan, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp608 miliar pada 2015. Dana tersebut akan dipergunakan untuk maintenance pabrik, modernisasi mesin, memulai kontruksi pembangunan pabrik di Balikpapan dan aktivitas lainnya,”Capex tersebut berasal dari internal dan hasil Initial Public Offering (IPO),” kata Corporate Secretary WTON, Puji Haryadi.

Nantinya sebagian besar dana tersebut akan diserap untuk memulai kontruksi pembangunan pabrik beton di Balikpapan. Pabrik berkapasitas 50-100 ribu ton per tahun itu diharapkan sudah bisa diselesaikan pada 2016 dan diharapkan bisa memperkuat kapasitas produksi perseroan.

Menurut Puji, kebutuhan beton akan semakin besar seiring dengan peningkatan perekonomian nasional. Apalagi, pemerintah sekarang masih mendukung Program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),“Sekitar 40% dari beton yang diproduksi diarahkan ke wilayah Jawa Timur dan Kalimantan. Karena banyak proyek yang akan masuk seperti tol dan jalur kereta,” ucapnya.

Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp223,35 miliar atau Rp25,14, per saham pada kuartal III-2014. Jumlah tersebut meningkat sebesar 15,03% bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal III-2013 sebesar Rp194,16 miliar atau Rp22,28 per saham. Hasil terebut sejalan dengan penjualan perseroan yang mengalami kenaikan dari Rp2,04 triliun di kuartal III-2013 menjadi Rp2,32 triliun pada kuartal III-2014. (bani)