Kuartal III, Capex Indopoly Terserap 36%

NERACA

Jakarta –Hingga kuartal tiga tahun 2014, PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) baru menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) 36% dari total capex 2014 sebesar US$ 20 juta,"Capex telah terserap 36% di kuartal-III 2014, ditargetkan sampai akhir tahun terserap 60% dan terserap sepenuhnya di kuartal-I 2015," kata Direktur PT Indopoly Swakarya, Noersing di Jakarta, kemarin.

Dirinya menuturkan, capex tersebut digunakan untuk pembelian mesin metalizing ketiga dan intensive upgrading untuk pabrik di Cikampek. Selain itu, untuk pengadaan extrusion coating kedua di pabrik Suzhou, Tiongkok.

Perusahaan yang bergerak di industri flexible plastic pakaging untuk barang-barang consumer goods, snack dan rokok juga berencana menggunakan capex untuk ekspansi DOPT line 3. "Detilnya akan dibahas pada rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun 2015," kata dia.

Noersong mengatakan, selain menambah kapasitas produksi dari 100.000 ton saat ini menjadi 3 kali lipat, ketiga proyek tersebut juga diharapkan akan menambah penjualan hingga US$ 15 juta pada tahun 2015. Proyek tersebut juga akan meningkatkan produk high margin menjadi 65 persen dari total penjualan. sebagai gambaran, dari total kapasitas 100.000, khusus pabrik Indonesia sebesar 65.000 ton."Ini akan membuat komposisi penjualan kita lebih sustainable lagi, maturity product kita inelastis to price, karena kita main di high end," katanya.

Adapun untuk pembiayaan ketiga proyek tersebut, perusahaan menggunakan kombinasi 30% kas internal dan sisanya pinjaman PT Bank UOB, PT Bank Mandiri dan PT Bank Central Asia (BCA)."Rasio debt to equity kita kan masih di bawah 1 persen, jadi pendanaan masih akan menggunakan kombinasi pembiayaan Perbankan dan cashflow operasional," tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya optimistis perusahaan mampu tumbuh di tengah pelemahan ekonomi domestik. Perusahaan menargetkan pendapatan akhir tahun melebihi US$ 233 juta dengan laba bersih di kisaran US$ 9 juta. Hingga kuartal-III 2014, pendapatan perusahaan mencapai US$ 170 juta."Kami optimistis tumbuh, pendapatan akhir tahun ditargetkan melebihi US$ 233 juta dan laba operasional sama dengan tahun lalu, tapi perlu dicatat Indonesia tengah mengalami pelemahan ekonomi," imbuhnya.

Selain itu, dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan meyentujui mengubah susunan komisaris perseroan. Dimana pemegang saham menerima pengunduran diri Ryan Permana sebagai komisaris dan mengangkat Pe Maria Indra sebagai komisaris.

Presiden Direktur Indopoly Swakarsa Industry Henry Halim mengungkapkan, komisaris baru perseroan menjabat sebagai direktur keuangan sebelumnya. "Dalam RUPSLB pemegang saham juga mengangkat Noersing sebagai direktur mengisi posisi yang ditinggalkan Maria," ungkap Henry.

Dia melanjutkan, perseroan yakin bergabungnya anggota dewan komisaris dan direksi baru akan memeperkuat tim kepemimpinan perseroan. Hal tersebut dapat meningkatkan kinerja perseroan lebih baik dan mrningkatkan nilai-nilai para pemegang saham. Setelah pagelaran RUPSLB, susunan komisaris perseroan adalah Felielyne Halim sebagai presiden komisaris, Pe Maria Indra sebagai komisaris, dan Irawan Sastrotanojo sebagai komisaris independen. (bani)

Related posts