Investasi Reksa Dana Jadi Pilihan Tepat

Hadapi Inflasi Tinggi

Senin, 10/11/2014

NERACA

Jakarta – Berkembang pesatnya pertumbuhan dana kelola reksa dana saat ini menjadi gambaran bila investasi reksa dana masih menjanjikan dengan memberikan keuntungan yang cukup besar. Hal inipun diakui langsung Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Denny R. Thaher, reksa dana masih menjadi investasi yang menguntungkan di tengah-tengah tingginya inflasi yang menggerus mata uang rupiah.

Dirinya mencatat, imbal hasil reksa dana saham tahun 2013 rata-rata berkisar 15-20% dan sedangkan inflasi pada tahun tersebut 8-9%,”Apabila inflasi tinggi maka pegangan yang dapat dipakai agar dapat bertahan minimal imbal hasil investasi dengan inflasi sama, tetapi kalau mau untung dan tentunya imbal hasil harus lebih besar lagi,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kata Denny, guna meningkatna minat masyarakat berinvestasi di reksa dana, pihaknya menggelar pekan reksa dana (Perdana) yang diikuti 19 perusahaan manajer investasi dan tiga bank agen penjual reksa dana berlokasi di grand atrium Mal Kota Kasablanka diselenggarakan 7 - 9 November 2014.

Asal tahu saja, kegiatan pekan reksa dana pada tahun 2014 diselenggarakan di Medan, Bandung, Surabaya, dan Jakarta diharapkan dapat menambah investor reksa dana. Diakuinya, jumlah investor reksa dana di Indonesia belum terlalu banyak baru 179.148 investor. Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui instrumen investasi ini sehingga masih banyak yang menganggap risikonya tinggi.

Menurutnya, kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini membuat kegiatan reksa dana diawasi secara ketat berikut dengan berbagai peraturan dan perundangan yang membuat instrument ini merupakan investasi yang aman,”Kalau disebut memiliki risiko, semua investasi memiliki risiko tinggal masyarakat ingin menempatkan dimana. Yang jelas apabila di reksa dana semua peraturan sudah sangat mendukung," kata Denny.

Kemudian kata Denny, agar aman masyarakat harus memastikan manajer investasi yang akan dititipkan dananya sudah terdaftar di OJK. sudah menjadi tugas OJK melindungi masyarakat,”Kita punya nasihat sebelum berinvestasi di reksa dana yakni pahami investasinya, barulah dinikmati," ujar Denny.

Sementara Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 OJK, M. Noor Rachman menambahkan, institusinya akan terus berupaya meningkatkan keamanan dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai produk-produk investasi yang tepat dan aman.

Rachman mengatakan, kanal distribusi reksa dana juga semakin diperluas agar dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah. Pembelian reksa dana saat ini dapat dilaksanakan secara online melalui komputer dan internet,”Bahkan kini dengan dana Rp100.000 masyarakat sudah dapat membeli unit reksa dana,”ungkapnya.

OJK, kata Rachman, juga telah mendorong manajer investasi menggandeng pihak bank untuk memasarkan reksa dana bagi nasabah melalui Asosiasi Bank Agen Penjual Efek Reksa Dana Indonesia (ABAPERDI). Lebih jauh Denny mengatakan, dana kelolaan manajer investasi saat ini sudah mencapai Rp224,26 triliun, sedangkan manajer investasi saat ini sudah mencapai 77 perusahaan. "Target kami tahun 2017 dana kelolaan bisa mencapai Rp1.000 triliun dengan jumlah investor 5 juta orang,”tandasnya. (bani)