Akhir Pekan, IHSG Bergerak Konsolidasi

Jumat, 07/11/2014

NERACA

Jakarta – Diluar ekspektasi pelaku pasar, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mendatar dan bahkan mengakhiri perdagangan ditutup melemah 32,601 poin (0,64%) ke level 5.034,231. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 6,442 poin (0,75%) ke level 857,616. Minimnya sentiment positif dan ekonomi Indonesia yang melambat juga masih menjadi sentimen negatif.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual investor asing. Mayoritas pergerakan sektor saham melemah dengan penurunan terdalam saham sektor keuangan sebesar 0,8% disusul aneka industri 0,6%, sementara sektor saham yang paling menguat adalah aneka industri 0,6%.

Transaksi asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net buy) senilai Rp 240,463 di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler net sell Rp 55,234 miliar. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 185.334 kali dengan volume 4,791 miliar lembar saham senilai Rp 4,639 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 174 turun, dan 79 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed sore. Minimnya sentimen positif membuat pasar saham regional bergerak lesu.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 475 ke Rp 19.075, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 70.850, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 225 ke Rp 11.025, dan Blue Bird (BIRD) naik Rp 175 ke Rp 7.625. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 525 ke Rp 11.975, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 7.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 61.300, dan Golden Energy (GEMS) turun Rp 290 ke Rp 1.705.

Pada perdagangan sesi pertama, IHSG terkoreksi tipis 4,117 poin (0,08%) ke level 5.062,715. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,505 poin (0,06%) ke level 863,553. Indeks hanya naik ke titik tertingginya di 5.074 setelah itu turun lagi. Pelaku pasar masih menunggu rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 91.208 kali dengan volume 1,739 miliar lembar saham senilai Rp 1,772 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 110 turun, dan 96 saham stagnan. Bursa-bursa regional malah balik arah ke zona merah setelah diawal kompak menguat. Tinggal pasar saham Singapura yang masih menguat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tower Bersama (TBIG) naik Rp 400 ke Rp 23.400, Astra Agro (AALI) naik Rp 375 ke Rp 8.975, United Tractor (UNTR) naik Rp 325 ke Rp 18.925, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 62.000. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 70.000, SMART (SMAR) turun Rp 500 ke Rp 7.200, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 7.500, dan Mandom (TCID) turun Rp 300 ke Rp 17.500.

Padahal diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 3,11 poin atau 0,06% menjadi 5.069,94 seiring dengan bursa saham di kawasan Asia dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,78 poin (0,09%) ke level 864,84,”Mayoritas bursa Asia, termasuk IHSG BEI dibuka menguat tipis seiring dengan naiknya bursa AS setelah kemenangan Partai Republik di AS pada pemilu. Partai Republik dianggap bersahabat dengan bisnis," kata analis Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri.

Di sisi lain, lanjut dia, menguatnya harga minyak dapat berdampak positif pada saham-saham di sektor komoditas sehingga akan mendorong indeks BEI bergerak di area positif,”Sebagai tambahan sentimen, ekspektasi meningkatnya permintaan minyak sawit mentah (CPO) juga dapat mendorong saham sektor perkebunan diminati investor menjelang perayaan Hari Raya Natal, dan Tahun Baru," paparnya.

Sementara analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menambahkan bahwa IHSG BEI masih berada di area konsolidasi jangka pendek di tengah sentimen internal mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedikit di bawah estimasi pasar,”Arah pergerakan indeks BEI pada kamis ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 5.054-5.113 poin dengan kecenderungan bergerak menguat,”ungkapnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 20,77 poin (0,09%) ke 23.716,39, indeks Nikkei naik 78,82 poin (0,47%) ke 17.016,14, dan Straits Times menguat 5,90 poin (0,19%) ke posisi 3.293,87. (bani)