Semen Indonesia Cari Pinjaman Rp 2 Triliun

Jumat, 07/11/2014

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tengah menjajaki pinjaman baru dari perbankan sebesar Rp 1-2 triliun untuk mendanai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan yang mencapai Rp 5 triliun,”Kami sekarang sudah punya pinjaman Rp 1 triliun dan kemungkinan akan cari lagi Rp 1 triliun sampai Rp 2 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto di Jakarta, kemarin.

Pada Juni 2014, Bank Mandiri bersama Standard Chartered Bank dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) mengucurkan kredit sindikasi senilai US$ 100 juta ke anak usaha Semen Indonesia di Vietnam, yakni Thang Long Joint Stock Company.

Sebelumnya, Bank Mandiri juga telah memberikan fasilitas non-cash loan dengan limit Rp 1,4 triliun untuk pembangunan pabrik semen berkapasitas 3 juta ton per tahun di Rembang, Jawa Tengah. Selain itu, perseroan memperoleh fasilitas kredit investasi sebesar Rp 1,95 triliun untuk pembangunan pabrik PT Semen Padang di Indarung, Sumatera Barat.

Agung menjelaskan, perseroan akan mencari perbankan yang menawarkan bunga menarik. Selain pinjaman bank, perseroan juga melihat pilihan pencarian sumber pendanaan dari obligasi. Namun, belum dapat dipastikan kisaran penerbitan obligasi tersebut.“Siapa tahu obligasi menawarkan tingkat bunga yang lebih menarik. Jadi kami terbuka dengan berbagai sumber eksternal,” tutur dia.

Hingga kuartal III-2014, Semen Indonesia merupakan emiten semen yang membukukan kenaikan laba bersih paling tinggi. Perseroan meraup laba bersih sebesar Rp 4 triliun, naik 4,6% dibandingkan kuartal III-2013 sebesar Rp 3,9 triliun. (bani)