Sritex Perluas Pasar Ke Uni Emirat Arab

Pasarkan Seragam Tempur

Jumat, 07/11/2014

NERACA

Jakarta - Perusahaan tekstil dan garmen Sritex memperluas pasar ke Uni Emirat Arab untuk produk terbaru integrated personal protection (IPP) set atau perlengkapan tempur individu,”Produk terbaru kami IPP set sudah dibeli oleh Indonesia dan Malaysia. Yang paling baru adalah Uni Emirat Arab," kata General Manager Sritex, Torang Siburian di Jakarta, kemarin.

Dia mengemukakan, Sritex hingga saat ini masih aktif memproduksi seragam militer dan seragam profesional dengan bahan anti-infra merah, anti-air, anti-api, antiserangga yang sudah dipatenkan."Contohnya produk reguler kami seperti jaket dan pakaian dinas harian sudah didistribusikan ke 30 negara," kata dia.

Produk Sritex turut dipamerkan di Indo Defence 2014 Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Berbagai produk yang ditampilkan di stan Sritex meliputi kaos Kostrad, kaos TNI AD, kaos Kopassus, dan kaos Raider.Mereka juga memamerkan contoh-contoh seragam yang dipesan untuk perlengkapan militer luar negeri, seperti rompi Venezuela, seragam terusan Uni Emirat Arab, kaos tempur untuk militer Malaysia, dan seragam lapangan militer Swedia.

Perusahaan yang produksinya bertempat di Solo itu juga menyediakan berbagai perlengkapan seperti ransel, tenda multifungsi, sepatu bot, topi, dan helm pelindung.Indo Defence 2014 Expo & Forum menghadirkan pameran dan forum industri pertahanan, kedirgantaraan, dan kelautan terbesar di Indonesia. Acara yang berlangsung pada 5-8 November 2014 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, ini diikuti lebih dari 600 perusahaan dari 47 negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Korea Selatan, Britania Raya dan India.

Asal tahu saja, tahun depan perseroan menargetkan penjualan akan mencapai Rp 8,5 ataumeningkat sebesar 20% dibandingkan target perseroan di tahun 2014 ini yang sebesar Rp 7,1 triliun,”Dengan didorong oleh permintaan yang cukup tinggi dari pelanggan maka kami meyakini bahwa ekspansi di tahun ini akan menuai hasil di tahun 2015 dan jumlah pesanan dapat memenuhi kapasitas yang kami sediakan," kata Presiden Direktur Sri Rezeki Isman, Iwan Setiawan.

Tercatat, penjualan perseroan pada semester pertama tahun 2014 meningkat sebesar Rp 800 miliar menjadi Rp 3,4 triliun dibandingkan semester pertama tahun 2013 yang membukukan penjualan sebesar Rp 2,6 triliun.Peningkatan penjualan sebesar 31% ini didukung oleh peningkatan yang cukup signifikan di divisi benang dan pakaian jadi. Penjualan untuk semester pertama tahun ini sudah mencapai 48% dari target penjualan tahun ini yang ditargetkan sebesar Rp 7,1 triliun.

Tahun ini perseroan juga menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 55 juta yang akan digunakan untuk ekspansi di divisi pakaian jadi dan divisi dyeing/finishing. Perseroan akan menambah kapasitas di divisi pakaian jadi sebanyak delapan juta potong sehingga jumlah kapasitas menjadi 24 juta potong untuk tahun 2015. Untuk dyeing and printing penambahan kapasitas adalah sebesar 56 juta yard sehingga jumlah kapasitas akan menjadi 176 juta yard untuk tahun 2015,”Anggaran untuk dyeing and printingadalah sebesar US$ 40 juta dan untuk divisi pakaian jadi sebesar US$ 15 juta," ujarnya. (ant/bani)