BEI Kembali Memperdagangkan Saham APOL

NERACA

Jakarta – Sebulan disuspensi atau dihentikan sementara, akhirnya PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL) setelah disuspensi sejak 30 September 2014. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (5/11).

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2 BEI, Umi Kulsum mengatakan, pembukaan suspensi ini sehubungan dengan pembayaran yang telah dilakukan perseroan atas bunga dan fee ijarah ke-12 obligasi dan SBJM syariah ijarah Arpeni Pratama Ocean Line II tahun 2008.

Dijelaskan, Bursa Efek Indonesia memutuskan untuk melakukan pencabutan penghentian sementara perdagangan Efek (saham dan obligasi) APOL APOL02A, dan APOL02B di seluruh pasar terhitung sejak sesi I 5 November 2014. Sebelumnya, pada Selasa, 30 September 2014, BEI memutuskan untuk menghentikan sementara saham perseroan karena telah menunda pembayaran bunga dan fee ijarah ke-12 obligasi dan SBJM syariah ijarah APOL.

Guna meningkatkan good corporate governance, PT Bursa Efek Indonesia mengancam akan mendelisting setiap emiten yang tidak memenuhi ketentuan sebagai perusahaan tercatat di pasar modal,”Semua emiten yang tidak bisa memenuhi ketentuan sebagai perusahaan tercatat di BEI, akan di-'delisting,”kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito.

Belum lama ini, pihak BEI berencana menghapus saham (delisting) PT Asia Natural Resources Tbk (ASIA) karena tidak bisa memenuhi ketentuan pasar modal Indonesia. Dijelaskan, BEI menilai perseroan tidak memiliki keberlangsungan usaha (going concern) yang baik ke depannya, maka sesuai dengan Peraturan Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan Efek (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, BEI melakukan penghapusan saham.

Dalam peraturan itu disebutkan, "delisting" saham oleh Bursa salah satunya disebabkan oleh perseroan mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai. (bani)

BERITA TERKAIT

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

SMMA Tambah Porsi Saham di Asuransi Simas

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah membeli sebagian atau 14.000 saham PT Asuransi Simas Net (ASN) senilai Rp14 miliar…

Analis Bilang Koleksi Saham Sektor Konsumer - Daya Beli Masih Positif di Tahun Depan

NERACA Jakarta - Pelemahanan daya beli masyarakat hingga paruh pertama tahun ini yang di luar perkiraan banyak pihak, perlahan menunjukkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…