PNM Dorong Produk Berorientasi Kebutuhan Pasar - Bandung, Jawa Barat

NERACA

Bandung - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mendorong penjualan pengusaha sector perdagangan melalui kiat-kiat serta metode-metode yang berorientasi pada kebutuhan pasar. Komitmen tersebut direalisasikan PNM dengan menggelar pelatihan dan pembinaan bagi 70 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) cabang Bandung melalui unit Leuwipanjang.

Pemimpin PNM Cabang Bandung, Suryadin mengatakan walaupun pelaku UMKM di Bandung telah mampu mengolah dan memasarkan produk perdagangan hingga menembus pasar lokal tetapi masih ditemukan beberapa kelemahan dalam menjalankan bisnisnya. Antara lain terlihat dari proses produksi yang masih kurang efektif dan efisien, belum adanya sinergi antar-pengrajin dalam hal pembelian bahan baku, dan pemasaran.

“Nasabah ULaMM PNM sangat memerlukan pelatihan semacam ini. Tidak perlu secara mewah dan besar namun secara sederhana dan tepat sasaran melalui tema pilihan akan menjadi pondasi yang kuat bagi sector UMKM," kata dia di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/11).

Pelaksanaan pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari Hj. Hendrati Dwi Mulyaningsih pemerhati usaha mikro setempat yang juga menjadi pembicara kali ini.“Melalui Pelatihan semacam ini diharapkan para peserta dapat menghasilkan produk yang memberikan nilai tambah yang lebih besar dari produk yang dihasilkan. Dan pada akhirnya hal ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Suryadin.

Sementara itu, Executive Vice President I PNM, Arief Mulyadi mengatakan, sektor UMKM merupakan salah satu sector usaha yang memiliki kontribusi yang makin signifikan dalam perekonomian Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari sisi pendapatan dan penyerapan tenaga kerja yang semakin meningkat pula.

“Banyaknya pemain baru dalam sector usaha ini perlu didukung dan dibekali dengan kompetensi dan keahlian lebih agar mampu bersaing secara lokal dan regional. Disinilah PNM mengambil tugas dan tanggung jawab tersebut,” jelas dia.

Intinya, pelatihan ini akan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pelaku UMK, pemahaman dan pengalaman itulah yang coba kami bagi pada UMK yang hadir kali ini. Langkah ini dinilai dapat mengoptimalkan bisnis perseroan maupun kontribusi PNM dalam mendukung program pemerintah, khususnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Dalam kesempatan ini, Suryadin juga menyampaikan kinerja positif pembiayaan PNM Cabang Bandung dalam setahun terakhir. Tercatat per Oktober 2014 realisasi outstanding pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp215,5 juta yang disalurkan kepada nasabah yang tercatat hingga periode yang sama sebanyak 5.840 nasabah. [mohar]

Related posts