Mansek Jadi Broker Teraktif di Pasar Modal

Perdagangkan Saham Rp 110,73 Triliun

Kamis, 06/11/2014

NERACA

Jakarta –Sampai dengan Oktober 2014, PT Mandiri Sekuritas (Mansek) mencatatkan nilai transaksi saham yang diperdagangkan mencapai Rp110,73 triliun. Nilai transaksi tersebut menempatkan Mansek sebagai broker lokal teraktif di pasar saham Indonesia dengan pangsa pasar 4,5%.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (5/11), Direktur Utama Mandiri Sekuritas Abiprayadi Riyanto mengatakan, perusahaan mencatatkan pertumbuhan nasabah yang signifikan dalam 3 tahun terakhir, dengan pertumbuhan rata-rata 65% per tahun.

Pertumbuhan ini didukung dengan kehadiran layanan Mandiri Sekuritas Online Trading (MOST) sejak 3 tahun lalu. Hal ini sebagai akses utama masyarakat untuk berinvestasi ke pasar modal,”Persepsi dan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal terus meningkat. Guna mengakomodasi kebutuhan dan karakter investasi masyarakat yang berbeda-beda, Mandiri Sekuritas menyediakan layanan investasi yang komprehensif, aman, dan andal," kata Abi.

Kemudian guna memudahkan investor berinvestasi secara aman dan mudah, Mansek menyediakan aplikasi MOST yang diluncurkan sejak 3 tahun lalu. Bagi investor yang memiliki mobilitas tinggi, layanan MOST juga tersedia dalam berbagai aplikasi mobile yang dapat diakses melalui komputer tablet serta smartphone yang menggunakan platform iOS, Android dan Blackberry.

Perusahaan juga terus berekspansi untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dengan membuka 30 kantor cabang di sentra-sentra ekonomi Indonesia, termasuk satu kantor cabang di Singapura. Pembukaan kantor cabang di Singapura menjadikan Mandiri Sekuritas sebagai satu-satunya sekuritas yang memiliki jalur distribusi regional.

Pada semester kedua tahun ini, perseroan mengincar dana penjaminan emisi sebesar Rp15,2 triliun. Disebutkan, dana penjaminan emisi tersebut berasal dari kegiatan aksi korporasi lima penjaminan emisi saham dan tujuh transaksi surat utang,”Kami optimis target hingga akhir tahun bisa dicapai, karena kita akan menangani sejumlah kegiatan aksi korporasi dari lima penjaminan emisi saham dan tujuh perusahaan untuk surat utang,”ungkap Abi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, nilai penjaminan emisi dari transaksi saham senilai Rp9 triliun. Sedangkan dari transaksi surat utang, yang terdiri dari obligasi dan medium term note (MTN) nilai penjaminannya mencapai Rp6,2 triliun. Abi juga memaparkan, untuk kegiatan penjaminan emisi saham sektornya ada transportasi, chemical, telekomunikasi dan financial. Sedangkan obligasi terdiri dari sektor infrastruktur, keuangan, ritel dan properti.

Selanjutnya, pada kegiatan surat utang MTN terdiri dari sektor properti dan telekomunikasi. Disebutkan, untuk penjaminan emisi saham termasuk pelepasan saham perdana (initial public offering/IPO) dan right issue nilainya mencapai Rp5,3 triliun. (bani)