Delta Dunia Siapkan Capex US$ 50 Juta

Tahun depan, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar US$ 50 juta atau setara Rp 600 miliar. Perusahaan pertambangan itu akan menggunakan dana tersebut untuk meningkatkan kinerja tahun depan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Delta Dunia Makmur, Errinto Pardede mengatakan, perseroan akan menambah jumlah alat-alat berat pada tahun depan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pengerjaan kontrak yang akan lebih banyak,”Sumber dana capex berasal dari kas internal,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia melanjutkan, tahun depan perseroan akan terus mencari kontrak-kontrak baru penambangan batu bara. Menurut Errinto, meskipun pasar batu bara saat ini tengah mengalami kelesuan, tetapi potensi pasar komoditas tersebut masih cukup besar ke depannya. Permintaan batu bara pada tahun-tahun mendatang diyakini masih cukup besar, terlebih pemerintahan baru sudah mencanangkan pembangunan pembangkit listrik baru hingga 35.000 mega watt (MW). “Bahan bakar yang akan digunakan untuk pembangkit listrik kemungkinan besar masih batu bara,” jelas Errinto.

Pada kuartal III-2014, Delta Dunia berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 17 juta, meningkat cukup signifikan dibndingkan dengan rugi bersih pada periode sama tahun lalu senilai US$ 13,3 juta. Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar US$ 458,9 juta, turun dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar US$ 540,5 juta.

Tercapainya peningkatan laba bersih perseroan yang cukup signifikan, merupakan hasil dari kinerja yang secara konsisten fokus pada efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas. “Dengan pengawasan yang ketat terhadap belanja modal dan modal kerja, kami juga telah membukukan arus kas positif yang digunakan untuk melakukan pembayaran pokok utang sebesar US$ 149 juta tahun ini,” jelas Errinto.

Dengan posisi kas sebesar US$ 155 juta, net debt tercatat turun menjadi US$ 585 juta pada akhir September 2014. Secara operasional, perseroan mencatat produksi pengupasan tanah sebesar 210 juta bcm dan produksi batubara sebesar 23 juta ton. Pencapaian ini sejalan dengan rencana perseroan. (bani)

Related posts