Penyakit Jantung, Momok Negara Maju dan Berkembang

Sabtu, 08/11/2014

NERACA

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang dan menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia setiap tahunnya.

Pada tahun 2008 diperkirakan sebanyak 17,3 juta kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. Lebih dari 3 juta kematian tersebut terjadi sebelum usia 60 tahun.

Di negara berpenghasilan tinggi, kematian dini yang disebabkan oleh penyakit jantung mencapai sekitar 4 persen dan 42 persen di negara berpenghasilan rendah.

Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama penyakit jantung koroner dan stroke diperkirakan akan terus meningkat mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030.

Di Indonesia, jumlah penderita penyakit jantung dan pembuluh darah terus bertambah dan akan memberikan beban rasa sakit, kecacatan, dan beban sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat, serta negara.

Prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,5 persen, sedangkan untuk gejala 1,5 persen. Sementara itu, prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,13 persen.

Pemerintah pun terus berupaya untuk menurunkan jumlah penderita dan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.