IBI Dorong Sertifikasi Bankir

Rabu, 05/11/2014

NERACA

Jakarta - Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia, Zulkifli Zaini mengatakan, standardisasi kompetensi bankir penting dilakukan agar sektor perbankan Indonesia siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

"Sertifikasi dilakukan untuk meningkatkan standar kompetensi bankir sekaligus menjadi wujud kesiapan sektor perbankan dalam menghadapi pasar ekonomi tunggal kawasan," katanya di Jakarta, Selasa (4/11).

Sertifikasi tersebut, menurut Zulkifli, merupakan salah satu upaya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan bankir di berbagai kompetensi yang ada di sektor perbankan.

"Semua industri telah bersiap untuk MEA, sertifikasi ini merupakan salah satu wujud kesiapan sektor perbankan dalam menghadapi MEA yang penuh persaingan," tambahnya. IBI, melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP), sampai akhir Oktober 2014 telah memberikan sertifikat kompetensi kepada 71.120 bankir di seluruh Indonesia.

IBI melakukan sertifikasi pada sembilan bidang kompetensi, yaitu Funding and Services, Treasury Dealer, Operation, General Banking, Wealth Management, Risk Management, Compliance, Internal Audit dan Credit.

"November ini kami lakukan sertifikasi pada teller dan costumer service. Tujuannya agar frontliner di semua bank di Indonesia memiliki kemampuan standar yang sama," tegas Zulkifli.

Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, terdapat empat pilar tujuan utama integrasi.Salah satu pilarnya menitikberatkan pada usahamewujudkan pasar tunggal dengan memperkuat produksi, sehingga mengurangi batasan dalam perdagangan dan investasi.

Sejalan dengan pilar tersebut diperlukanperubahanmendasar dalam mempersiapkan dankemudahan “arus” talenta berbakat (skilled labour) dikawasanregional Asia Tenggara. Dunia perbankan juga akan menjadi bagian dalam perubahan di MEA. Sebagai salah satu jantung ekonomi, industri perbankan harus mempersiapkan talentanya agar siap menghadapi kompetisi dalamera tanpa batas (borderless). [ardi]