Ekspor Diperkirakan Bantu Neraca Perdagangan

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan perbaikan kinerja neraca perdagangan ke depan akan didukung oleh peningkatan aktivitas ekspor seiring dengan perbaikan ekonomi global, meskipun defisit neraca migas diperkirakan masih berlanjut.

Direktur Komunikasi Bank Indonesia, Peter Jacobs di Jakarta, Selasa (4/11) mengatakan, pemulihan keseimbangan eksternal Indonesia terus berlanjut. Hal ini tercermin dari kinerja neraca perdagangan yang membaik dari defisit 0,31 miliar dolar AS pada Agustus, berkurang menjadi 0,27 miliar dolar pada September 2014.

"Bank Indonesia memandang perkembangan neraca perdagangan sampai dengan September 2014 ini akan berkontribusi positif dalam mendukung perbaikan kinerja transaksi berjalan triwulan III 2014 dan keseluruhan tahun ini," ujar Peter.

Neraca perdagangan nonmigas sendiri mencatat surplus yang lebih besar daripada bulan sebelumnya. Surplus neraca perdagangan nonmigas pada September 2014 tercatat sebesar 0,76 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus pada Agustus 2014 sebesar 0,49 miliar dolar AS dan September 2013 sebesar 0,5 miliar dolar AS.

Kenaikan surplus neraca nonmigas terutama didukung oleh kenaikan ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, karet dan barang dari karet, serta produk manufaktur berupa mesin/peralatan listrik dan mesin/pesawat mekanik.

Menurut negara tujuan, peningkatan ekspor nonmigas September 2014 terutama terjadi untuk tujuan developed countries seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang, Jerman, dan Perancis, serta beberapa negara emerging seperti Tiongkok, Singapura, dan Korea Selatan.

Perbaikan defisit neraca perdagangan tersebut juga tercermin pada keseluruhan triwulan III 2014 yang mengalami defisit 0,53 miliar dolar AS, turun tajam dibandingkan defisit 2,21 miliar dolar AS pada triwulan II 2014.

Di sisi lain, defisit neraca migas di triwulan ketiga mengalami peningkatan menjadi sebesar 3,5 miliar dolar AS dari 2,99 miliar dolar AS di triwulan II 2014.

"Bank Indonesia akan terus mencermati risiko global dan domestik yang dapat mempengaruhi prospek defisit transaksi berjalan dan ketahanan eksternal," tukas Peter. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pertamina Bagi-Bagi Tas Siswa SLB di Papua - Bantu Ekonomi Yang Tidak Mampu

Memberikan akses pendidikan yang sama terhadap siswa pada umumnya, menjadi hal penting bagi dalam memberdayakan dan mewujudkan kemandirian para siswa…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…

Kembangkan Asuransi Kredit Perdagangan - Asuransi Simas Gandeng Atradius

NERACA Jakarta - Perluas layanan produk asuransi, PT Asuransi Sinar Mas (Simas) melakukan penandatanganan kerjasama dengan Atradius Crédito y Caución…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Tak Efisien Dalam Mengejar Laba

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengkritisi perbankan, terutama bank-bank besar, yang belum efisien dalam mengejar…

Pemerintah 'Pede' Tingkatkan Inklusi Keuangan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah optimistis dapat meningkatkan indeks inklusi keuangan masyarakat mencapai 75 persen pada tahun…

Neraca Pembayaran Diprediksi Surplus US$10 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2017 akan surplus sebesar 10…