BSD Raup Laba Bersih Capai Rp 3,2 Triliun - Beli Saham Plaza Indonesia Realty

NERACA

Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) meraih laba bersih sembilan bulan sebesar Rp3,2 triliun, naik 49% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,1 triliun. Laba bersih per saham tumbuh 44,19% menjadi Rp177,37 per lembar dibanding akhir kuartal III tahun lalu senilai Rp123,01 per lembar.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (4/11), Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan, tumbuhnya laba bersih tersebut diperoleh dari pembelian saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) sebesar Rp1,5 triliun,”Strategi investasi tersebut memperkuat rerata pertumbuhan laba bersih mencapai 76% secara CAGR dalam lima tahun terakhir," kata dia.

Sementara pendapatan perusahaan pada akhir September lalu susut 7,45% menjadi Rp3,91 triliun dibanding akhir September 2013 sebesar Rp4,22 triliun. Pendapatan perusahaan mayoritas dikontribusi dari penjualan tanah, rumah tinggal, ruko, dan bangunan industri, dengan porsi mencapai 82% dari pendapatan atau sebesar Rp3,2 triliun.

Padahal pendapatan tahun lalu lebih tinggi lantaran adanya transaksi istimewa (transaksi anorganik) berupa penjualan kavling tanah sebesar Rp1,3 triliun kepada tiga perusahaan patungan antara BSDE dengan Hongkong Land, AEON Mall Jepang, dan Dyandra,”Kuatnya permintaan konsumen atas produk properti berkualitas membuat pendapatan organik pada kuartal III/2014 tumbuh 34% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp2,9 triliun," ujarnya.

Adapun kontribusi pendapatan hingga kuartal III tahun ini bersumber dari penjualan kavling tanah sebesar 37% terhadap total pendapatan konsolidasi atau Rp1,46 triliun, segmen residensial menyumbang 32% atau setara Rp1,25 triliun. Sedangkan segmen komersial berkontribusi sekitar 20% atau Rp493,7 miliar, dan segmen rental (recurring income) membukukan pendapatan Rp423,8 miliar atau 11%.

Hingga akhir bulan lalu, BSDE memiliki total aset Rp27,3 triliun, naik dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp22,57 triliun. Adapun cadangan lahan yang dikembangkan seluas 3.841 hektare (ha) senilai Rp7,2 triliun termasuk 2.277 ha di BSD City.Asal tahu saja, ekspansi bisnis properti BSD tidak ada matinya. Pasalnya, perseroan terus merilis proyek-proyek baru dengan menggandeng perusahaan asing.

Belum lama ini, Sinarmas Land kembali fokus mengembangkan lahan di BSD City, Serpong. Lewat anak usaha PT Bumi Parama Wisesa, Sinarmas menggandeng pengembang asing, Hongkong Land menggarap proyek Nava Park. Ini adalah proyek properti terpadu yang ada hunian tapak hingga apartemen.

Menurut Yanto Suryawan, Head of Marketing dan Support Service Bumi Parama Wisesa, proyek dengan luas total 68 hektare (ha) tersebut dikembangkan secara bertahap mulai pertengahan 2014, Di proyek ini, Sinarmas menggenggam kepemilikan 51% dan sisanya Hongkong Land.Sinarmas Land sengaja menggandeng mitra kerja ini lantaran diklaim sudah pengalaman di bidang properti. "Terutama hunian vertikal," kata dia.

Memang untuk Nava Park ini akan fokus pada pengembangan mid dan high raised kondominium atawa apartemen strata title. Selain itu, Bumi Parama Wisesa juga menggandeng Aecom untuk membuat master plan dan master landscape Nava Park. Serta Axis Architect Planners Singapore dan Ceon Design International Singapore untuk mengembangkan konsep gerbang masuk dan klub kebugaran di proyek tersebut. Untuk mengembangkan proyek tersebut Bumi Parama Wisesa mengucurkan dana yang tidak kecil. "Investasi kami sekitar Rp 5 triliun," kata Yanto.

Saat ini, pengembang ini tengah fokus menggarap proyek perumahan tahap satu. Proyek dengan label kluster Lancewood ini sudah mencuil dana sekitar Rp 600 miliar. Di kluster Lancewood tahap satu ini akan dibangun 150 unit rumah. Nantinya, kluster ini secara total bakal ada tiga kluster dengan kapasitas 336 unit rumah dengan rentan harga antara Rp 5 miliar sampai Rp 9 miliar. (bani)

Related posts