Pendapatan Global Mediacom Tumbuh 9%

Rabu, 05/11/2014

NERACA

Jakarta - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) pada kuartal III-2014 ini berhasil untuk meningkatkan pendapatan konsolidasi sebesar 9% menjadi Rp 2,73 triliun dari Rp 2,505 triliun pada kuartal III-2013. Group President& CEO Hary Tanoesoedibjo mengatakan, peningkatan pendapatan ini diakibatkan oleh media berbasis pelanggan bertumbuh sebanyak 10%year on year(YoY) dari Rp 779 miliar menjadi Rp 859 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (4/11).

Sementara itu, pendapatanonline based media/games tumbuh sebanyak 136% YoY menjadi Rp 170 miliar dari Rp 72 miliar tahun lalu. Pada kuartal ini pendapatan penjualan melalui media meningkat sebesar 14% menjadi Rp 25 miliar berbanding dengan Rp 22 miliar pada tahun ini. Pendapatan dari konten danchannelmeningkat sebanyak 270% dari Rp 10 miliar menjadi Rp 37 miliar.

Kontribusi terbesar pada pendapatan perseroanadalah iklan dengan kontribusi 56% dari totalpendapatan konsolidasi. Pendapatan iklan meningkat 5% menjadi Rp 1,51 triliun dariRp 1,44 triliun. Pada periode sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2014 total pendapatan konsolidasi meningkat 9% menjadi Rp 8 triliun dari Rp 7,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu.Pendapatan media berbasis pelanggan meningkat sebesar 9% menjadi Rp 2,43 triliun dari Rp 2,23 triliun tahun lalu, sedangkan pendapatanonline based media/games meningkat sebesar 77% ke Rp 415 miliar dibandingkan dengan Rp 234 miliar tahun lalu.

Pendapatan penjualan melalui media meningkat sebesar 31% dari Rp 62 miliar pada tahun lalu menjadi Rp 81 miliar pada tahun ini. Pendapatan dari konten dan channel meningkat sebanyak 371% menjadi Rp 66 miliar dari Rp 14 miliar di tahun lalu.Kontribusi terbesar pada pendapatan perseroanadalah iklan dengan kontribusi 58% dari totalpendapatan. Pendapatan iklan meningkatsebanyak 8% menjadi Rp 4,64 triliun darisebelumnya Rp 4,32triliun.

Sementara itu, pada kuartal III-2014 ebitda inti adalah Rp 2,84 triliun atau meningkat 4% dari Rp 2,72triliun YoY, terutama diakibatkan oleh pendapatan yang lebih tinggi.Sedangkan, untuk laba bersih pada sembilan tahun 2014 sebesar Rp 690 miliar atau meningkat sebesar 9% dari Rp 632 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya."Peningkatan pada laba bersih ini terutama diakibatkan oleh rendahnya kerugian nilai tukar mata uang asing," tambah Harry.

Perseroan juga berhasil untuk meningkatkan posisi kas & setara kas menjadi Rp 3,68 triliun dari Rp 1,53 triliun pada akhir tahun 2013."Kenaikan kas dan setara kas ini dikarenakan oleh penarikan pinjaman sindikasi sebesar US$ 250 juta oleh anak perusahaan perseroan, MNCN,”ujarnya.

Tahun depan, perseroan menargetkan pendapatan meningkat 15% dibandingkan tahun ini. Demi mengejar target tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari US$75 juta (sekitar Rp900 miliar). (bani)