Pendapatan Global Mediacom Tumbuh 9%

NERACA

Jakarta - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) pada kuartal III-2014 ini berhasil untuk meningkatkan pendapatan konsolidasi sebesar 9% menjadi Rp 2,73 triliun dari Rp 2,505 triliun pada kuartal III-2013. Group President& CEO Hary Tanoesoedibjo mengatakan, peningkatan pendapatan ini diakibatkan oleh media berbasis pelanggan bertumbuh sebanyak 10%year on year(YoY) dari Rp 779 miliar menjadi Rp 859 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (4/11).

Sementara itu, pendapatanonline based media/games tumbuh sebanyak 136% YoY menjadi Rp 170 miliar dari Rp 72 miliar tahun lalu. Pada kuartal ini pendapatan penjualan melalui media meningkat sebesar 14% menjadi Rp 25 miliar berbanding dengan Rp 22 miliar pada tahun ini. Pendapatan dari konten danchannelmeningkat sebanyak 270% dari Rp 10 miliar menjadi Rp 37 miliar.

Kontribusi terbesar pada pendapatan perseroanadalah iklan dengan kontribusi 56% dari totalpendapatan konsolidasi. Pendapatan iklan meningkat 5% menjadi Rp 1,51 triliun dariRp 1,44 triliun. Pada periode sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2014 total pendapatan konsolidasi meningkat 9% menjadi Rp 8 triliun dari Rp 7,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu.Pendapatan media berbasis pelanggan meningkat sebesar 9% menjadi Rp 2,43 triliun dari Rp 2,23 triliun tahun lalu, sedangkan pendapatanonline based media/games meningkat sebesar 77% ke Rp 415 miliar dibandingkan dengan Rp 234 miliar tahun lalu.

Pendapatan penjualan melalui media meningkat sebesar 31% dari Rp 62 miliar pada tahun lalu menjadi Rp 81 miliar pada tahun ini. Pendapatan dari konten dan channel meningkat sebanyak 371% menjadi Rp 66 miliar dari Rp 14 miliar di tahun lalu.Kontribusi terbesar pada pendapatan perseroanadalah iklan dengan kontribusi 58% dari totalpendapatan. Pendapatan iklan meningkatsebanyak 8% menjadi Rp 4,64 triliun darisebelumnya Rp 4,32triliun.

Sementara itu, pada kuartal III-2014 ebitda inti adalah Rp 2,84 triliun atau meningkat 4% dari Rp 2,72triliun YoY, terutama diakibatkan oleh pendapatan yang lebih tinggi.Sedangkan, untuk laba bersih pada sembilan tahun 2014 sebesar Rp 690 miliar atau meningkat sebesar 9% dari Rp 632 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya."Peningkatan pada laba bersih ini terutama diakibatkan oleh rendahnya kerugian nilai tukar mata uang asing," tambah Harry.

Perseroan juga berhasil untuk meningkatkan posisi kas & setara kas menjadi Rp 3,68 triliun dari Rp 1,53 triliun pada akhir tahun 2013."Kenaikan kas dan setara kas ini dikarenakan oleh penarikan pinjaman sindikasi sebesar US$ 250 juta oleh anak perusahaan perseroan, MNCN,”ujarnya.

Tahun depan, perseroan menargetkan pendapatan meningkat 15% dibandingkan tahun ini. Demi mengejar target tersebut, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari US$75 juta (sekitar Rp900 miliar). (bani)

BERITA TERKAIT

Laba Bayu Buaya Tumbuh 17% di 2017 - Berkah Pertumbuhan Pariwisata

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pariwisata di dalam negeri sepanjang 2017 kemarin,  memberikan dampak positif terhadap kinerja PT Bayu…

Borneo Sarana Bidik Pendapatan US$ 60 Juta - Genjot Produksi 800 Ribu Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) langsung menggenjot produksi…

LABA BERSIH BANK BJB TUMBUH

Komisaris Utama Bank BJB Klemi Subiyantoro (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Utama Ahmad Irfan (kedua kiri), Direktur Komersial merangkap Direktur…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…