Harga Pangan Siap Melonjak Tinggi

Menunggu Kenaikan Harga BBM

Rabu, 05/11/2014

NERACA

Jakarta - Pemerintah memastikan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebelum awal 2015. Beberapa dampak dari rencana kebijakan tersebut telah membuat beberapa harga pangan mulai melonjak. Bahkan, Pengamat Pertanian Khudori menilai kenaikan harga pangan akan meningkat tinggi sampai awal tahun depan.

Pemerintah pun belum memastikan besaran kenaikan harga BBM. Namun, Khudori menilai jika pemerintah menaikkan harga BBM sampai dengan Rp3.000 per liter maka dampaknya akan panjang. "Jika pemerintah menaikkan harga BBM hingga Rp 3.000 per liter akhir tahun ini, harga pangan bakal bertahan tinggi hingga Februari 2015," ungkapnya di Jakarta, Selasa (4/11).

Yang lebih mengkhawatirkan, kata dia, pada Januari dan Februari memasuki masa-masa paceklik bagi pertanian sehingga dampaknya akan terasa berlipat. "Ini mengkhawatirkan, sebab Januari dan Februari masih dalam kondisi paceklik. Sudah terkena imbasnya dari kenaikan harga BBM, saat itu juga musim sedang paceklik maka dampaknya akan berlipat sehingga harga diprediksi akan tinggi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual, menilai, defisit pangan sampai akhir tahun masih dapat diisi oleh stok pangan yang dimiliki pemerintah saat ini. Jika harga naik, pemerintah juga bisa menempuh impor pangan sebagai upaya untuk menstabilkan harga.

David justru mengkhawatirkan kenaikan harga pada komoditas pangan yang hanya diproduksi di dalam negeri, seperti sayur dan buah. Apalagi, kekeringan menyebabkan produksi dua komoditas itu terganggu, sementara permintaan cenderung naik. "Kalau sayuran kan tidak ada impor. Kalau permintaan tetap tapi suplai rendah, harga otomatis naik," ujarnya.

Selain faktor cuaca, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akhir tahun ini turut berandil besar mendorong harga pangan naik gila-gilaan. Sebab, menurut David, ongkos logistik bahan pangan makin membengkak.

Sudah Naik

Bahkan, sebelum adanya kenaikan BBM, beberapa harga berbagai jenis sayuran dan sejumlah kebutuhan pokok di Bandung dan sekitarnya mulai naik hingga di atas 100% sejak beberapa hari terakhir. Kenaikan yang paling signifikan terjadi pada harga berbagai jenis sayuran. Cabai rawit kini harganya mencapai Rp40 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya hanya dijual Rp15 ribu per kg, dan cabai merah naik dari Rp30 ribu per kg menjadi Rp55 ribu per kg.

Harga beras di sejumlah pasar tradisional, seperti Kosambi, Andir, dan Sayati, rata-rata naik antara Rp1.500 hingga Rp2.500 per kg. Jenis beras kurmo naik dari Rp9 ribu per kg menjadi Rp10.500 per kg. Beras jenis Soreang naik dari Rp7.000 per kg menjadi Rp9.500 per kg. Begitu juga harga buncis sudah mendekati angka Rp15 ribu per kg, dari sebelumnya Rp7.500 per kg. Wortel kenaikannya mencapai Rp7 ribu per kg.

Tidak hanya bahan kebutuhan pangan saja, kenaikan harga juga mulai terasa untuk barang-barang elektronik, salah satunya ada di Glodok. Sejumlah pedagang mengeluhkan lonjakan harga meski pemerintah belum menetapkan kenaikan BBM. “Semua barang naik dari mulai AC, dispenser, mesin cuci, semuanya naik. Ada yang naik Rp 100.000 ada juga yang Rp 200.000, beda barang, beda juga harganya," kata Supandi salah seorang karyawan toko elektronik di Glodok.

Hal senada juga diakui Linda salah seorang karyawan toko elektronik di Glodok. Beberapa barang yang naik ditoko tempatnya bekerja antara lain speaker dan DVD player. “Naiknya 10% dari harga sebelumnya, seperti DVD player ada yang harganya Rp 250.000 jadi Rp 300.000. Speaker yang harganya Rp 400.000 jadi Rp 450.000," tutur Linda.

Kedua pedagang tersebut mengatakan kenaikan harga bisa terus terjadi setelah pemerintah menaikan harga BBM. Namun perihal berapa persen kenaikannya, belum dapat diketahui. “Kami kan ambil barang dari distributor, jadi harganya juga disesuaikan dengan harga distributor. Kalau sekarang ini harga sudah naik sejak satu minggu lalu,” ujar Supandi.

Sementara itu, harga sayur-sayuran di Pasar Baru Jakarta Pusat, sudah terlihat mulai naik hal itu dilakukan menyusul rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). “Sudah satu minggu beberapa harga sayuran mulai naik dan itu hampir terjadi di setiap pasar yang ada di wilayah Jakarta Pusat," kata pedagang sayur Pasar Baru, Sarifudin.

Sarifudin mengatakan, untuk harga sayur yang sudah mengalami kenaikan itu seperti harga cabe merah dan harga cabe rawit, harga tomat, harga kol dan lainnya. Untuk harga cabe merah saat ini dijual kisaran dari harga Rp 35.000 hinga Rp 50.000 perkilo sedangkan harga cabe rawit dari harga Rp 45.000 hingga Rp 55.000 perkilo. "Kenaikan harga sayur-sayuran ini akan terus terjadi hingga distributor mengetahui kepastian jadi atau tidaknya kenaikan BBM oleh pemerintah," tuturnya.

Dikatakannya, harga sayur-sayuran mengalami kenaikan terjadi karenak distributor di Pasar Induk Keramat Jati telah menaikkan harga penjualan kepada pengecer ataupun konsumen. Karena harga distributor telah mengalami kenaikan, dengan terpaksa para pedagang sayur di pasar-pasar mulai menaikkan harga dagangannya kepada konsumen. "Semoga pemerintah bisa cepat mengambil keputusan terkait kenaikan harga BBM karena semakin lama keputusan itu dibuat semakin tidak stabil harga sayur di pasaran," ujarnya.