BBM Bakal Naik, Beri Angin Segar IHSG

Rabu, 05/11/2014

NERACA

Jakarta – Minim sentiment positif, seharian indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah. Mengakhiri perdagangan Selasa, IHSG ditutup terkoreksi 14,56 poin atau 0,29% ke posisi 5.070,94, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menurun 4,01 poin atau 0,46% ke posisi 864,28.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa penurunan bursa saham di kawasan regional memicu pelaku pasar saham di dalam negeri mengambil posisi lepas saham sehingga memberi imbas negatif ke indeks BEI,”Aksi jual pelaku pasar akibat penurunan bursa saham regional," katanya di Jakarta, Selasa (4/11).

Kendati demikian, menurut dia, koreksi indeks BEI pada Selasa (4/11) ini masih tertahan menyusul sentimen positif dari rencana pemerintah yang akan menaikan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini. Sentimen itu diperkirakan membuat indeks BEI bergerak menguat. Oleh karena itu, indeks BEI Rabu diproyeksikan menguat dan akan bergerak di kisaran 5.045-5.126 poin.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfansyah mengatakan bahwa hasil data ekonomi Indonesia untuk bulan September dan Oktober mencerminkan perlambatan ekonomi domestik, sentimen itu masih menjadi salah satu kendala bagi pergerakan IHSG BEI.

Dia mengemukakan bahwa neraca perdagangan Indonesia bulan September mengalami defisit sebesar US$ 270,3 juta. Selain itu, angka inflasi Oktober 2014 sebesar 0,47%, atau relatif lebih tinggi dibandingkan inflasi September tercata sebesar 0,27%.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 205.362 kali dengan volume mencapai 3,16 miliar lembar saham senilai Rp3,57 triliun. Tercatat efek yang mengalami penguatan sebanyak 128 saham, turun sebanyak 169 saham, dan tidak bergerak nilainya atau stagnan 102 saham.

Saham-saham aneka industri jadi yang paling banyak dilepas investor. Ini menyebabkan sektor ini melemah paling dalam yaitu 1,21%. Sementara hanya ada 3 sektor saham yang mampu bertahan positif yaitu keuangan, konstruksi, dan barang konsumsi.

Saham-saham yang melemah tajam dan menjadi top losers antara lain Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 750 menjadi Rp 5.250, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 650 menjadi Rp 23.200, dan Mayora (MYOR) turun Rp 600 menjadi Rp 26.500. Sedangkan saham-saham yang menguat tajam dan menjadi top gainers antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 50.000 menjadi Rp 1,3 juta, Gudang Garam naik Rp 2.750 menjadi Rp 60.700, dan Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 900 menjadi Rp 38.900.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng ditutup melemah 70,31 poin (0,29%) ke 23.845,66, indeks Nikkei naik 448,71 poin (2,73%) ke 16.862,47, dan Straits Times melemah 11,65 poin (0,35%) ke posisi 3.279,19. Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menipis 0,256 poin (0,01%) ke level 5.085,253. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,598 poin (0,07%) ke level 867,708. Indeks bergerak lesu dan cenderung melemah. Aksi jual terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 111.335 kali dengan volume 2,091 miliar lembar saham senilai Rp 2,286 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 132 turun, dan 81 saham stagnan. Bursa regional masih bergerak mix hingga siang. Bursa saham Jepang dan Hong Kong mampu bertahan di zona hijau.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 59.050, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 900 ke Rp 389.000, Asahimas (AMFG) naik Rp 425 ke Rp 6.850, dan Siloam (SILO) naik Rp 400 ke Rp 14.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 775 ke Rp 26.325, Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 750 ke Rp 5.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 275 ke Rp 23.575, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 19.950.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 6,98 poin atau 0,14% menjadi 5.078,52 seiring dengan minimnya sentimen positif dari dalam negeri maupun eksternal, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,75 poin (0,20%) ke level 866,55,”Hasil data ekonomi Indonesia untuk September dan Oktober mencerminkan perlambatan perekonomian, sentimen itu masih menjadi salah satu kendala bagi pergerakan IHSG BEI," kata Alfansyah.

Di sisi lain, lanjut dia, pasar juga menantikan keputusan pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk segera direalisasikan. Dari ekternal, lanjutnya, data dari Tiongkok yang menunjukan indeks aktivitas sektor non-manufaktur bulan Oktober yang melambat menambah sentimen negatif di pasar saham,”Minimnya sentimen positif baik dari internal maupun ekternal, berpotensi bagi IHSG bergerak bervariasi dengan peluang melemah,”ungkapnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 2,23 poin (0,01%) ke 23.913,74, indeks KOSPI turun 1,44 poin (0,07%) ke 1.951,53, dan Straits Times melemah 2,90 poin (0,09%) ke posisi 3.287,94. (bani)