SBY, Jokowi, dan Pendidikan

Oleh: Masduri, Pengelola Laskar Ambisius (LA) dan Direktur Gerakan UIN Sunan Ampel Menulis (GISAM) Surabaya

Rabu, 05/11/2014

Pendidikan merupakan kunci pembangunan bangsa. Pada pendidikan menggantung harapan tentang masa depan Indonesia. Keterdidikan bakal melahirkan gerakan sosial yang mencerahkan. Sebab itulah konstitusi kita menjamin bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Pemerintah sebagai penyelenggara negara harus memastikan bahwa setiap warga negara sudah mendapatkan pendidikan. Pada masa kepemimpinan SBY kita telah melihat iktikad yang besar dari pemerintah untuk memberikan keterbukaan akses pendidikan bagi semua masyarakat. Anggaran 20 persen dari APBN yang dicanangkan untuk pengembangan pendidikan merupakan trobosan besar dari pemerintahan SBY. Sebelumnya kita belum menemukan kesungguhan pemerintah Indonesia hingga memberikan dana yang sangat besar bagi kemajuan pendidikan nasional.

Anggaran itu memberikan akses yang besar bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin dalam menikmati layanan pendidikan. Sekarang hampir semua sekolah sudah meng- gratiskan biaya pendidikan, karena besarnya bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Kebijakan ini tentu perlu diikuti iktikad masyarakat dalam menyekolahkan anaknya. Pendidikan harus menjadi kebutuhan mendasar. Sebab pendidikan seperti sering digembar-gemborkan Anies Baswedan melalui Gerakan Indonesia Mengajar, adalah eskalator ekonomi paling ampuh, yang akan mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia. Pada pendidikan ketercerahan hidup hadir, sehingga masyarakat akan terus berusaha keras mencapai puncak harapannya. Bila masyarakat merespon kebijakan yang sangat baik ini dengan iktikad keras sebagai upaya memperbaiki taraf hidup keluarganya, tentu akan begitu luar biasa efeknya bagi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.

Hal mendasar yang juga sangat penting dari kebijakan SBY adalah terbukanya akses bagi siswa miskin yang berprestasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Program tersebut bernama Beasiswa Bidikmisi yang di khususkan bagi siswa miskin yang berprestasi. Hadirnya program ini menumbuhkan optimisme yang besar bagi harapan masyarakat miskin untuk melanjutkan kuliah. Asa mereka melanjutkan ke perguruan tinggi seperti menemukan jangkarnya lewat Bidikmisi. Telah puluhan ribu mahasiswa Bidikmisi sarjana sejak diluncurkan pada 2010 lalu. Sampai sekarang telah bertebaran mahasiswa Bidikmisi di berbagai perguruan tinggi yang maju dan berkualitas, baik negeri maupun swasta. Semua ini merupakan iktikad nyata dari pemerintahan SBY dalam memenuhi amanah konstitusi tentang keterdidikan masyarakat Indonesia. Sehingga nanti lahir generasi berkualitas yang bakal memajukan Indonesia di masa depan.

Selain Bidikmisi pemerintahan SBY juga melahirkan beasiswa LPDP yang dikelola atas kerjasama Kementerian Keuangan dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Beasiswa ini untuk magister dan doktor dalam dan luar negeri. Terbuka untuk semua anak bangsa yang ingin meningkatkan kualitas pendidikannya. Lebih dari itu, yang spesial ada lagi namanya Beasiswa Presiden, yang diperuntukan bagi generasi terbaik bangsa yang ingin melanjutkan studi magister dan doktor di 50 universitas terbaik dunia. Seleksi beasiswa ini begitu ketat, sehingga yang terpilih benar-benar generasi berkualitas, yang esok bakal memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan Indonesia.

Kehadiran beasiswa lagi-lagi merupakan iktikad besar dari pemerintahan SBY guna melahirkan generasi Indonesia yang berkualitas, sehingga nanti dapat bersaing dan berkiprah di dunia internasional. Bagaimana pun wajah masa depan Indonesia pada satu abad kemerdekaannya tahun 2045 ditentukan oleh generasi masa kini yang sedang belajar di universitas. Proses mereka kini akan sangat menentukan masa depan Indonesia. Kita sangat berharap generasi yang sedang berproses bisa sangat serius menjalani hari-harinya. Karena jika tidak, ancaman terbesar adalah masa depan kebersamaan kita sebagai sebuah bangsa besar, yang dalam pemerintahan SBY telah mencapai banyak kemajuan yang signifikan. Semoga saja beasiswa yang diberikan pemerintah dapat membangkitkan gairah belajar dan keseriusan generasi muda dalam upaya menyongsong kemajuan Indonesia pada satu abad kemerdekaannya.

Pemerintahan Baru

Pemerintahan SBY berakhir pada 20 Oktober yang lalu, dan diganti oleh Presiden Jokowi, tentu saja kita menaruh harapan yang besar bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Artinya Jokowi, sebagai presiden baru setidak-tidaknya harus mampu mempertahankan semua kebijakan baik yang sudah dilahirkan oleh SBY, seperti beasiswa yang sudah di urai pada bagian atas. Bahkan harusnya mampu melampaui keberhasilan SBY, sebab dari satu rezim ke rezim kepemimpinan berikutnya harus berkembang lebih maju. Jokowi harus mampu mengembangkan keberhasilan SBY sedemikian rupa dalam bidang pendidikan. Apalagi visi besar dari pemerintahan Jokowi adalah Revolusi Mental. Visi besar ini hanya dapat terwujud dengan terbukanya akses pendidikan bagi semua masyarakat. Jangan sampai karena alasan biaya generasi muda Indonesia tidak bisa melanjutkan pendidikan.

Revolusi Mental yang digarap oleh Jokowi merupakan langkah super maju, yang harus didukung oleh kualitas dan keterbukaan pendidikan. Saya berharap pada pemerintahan Jokowi anggaran pendidikan bisa lebih naik lagi dari 20 persen. Pendidikan harus menjadi fokus kita bersama ke depan. Karena pembangunan manusia Indonesia merupakan dasar dari kemajuan kita di masa depan. Kalau fokus kita adalah mental, berarti sejatinya fokus kita adalah keterdidikan manusia Indonesia. Kualitas manusia Indonesia sangat menentukan masa depan negara dan bangsa ini. Karena itulah, alasan bahwa akes pendidikan itu sulit, utamanya bagi masyarakat miskin harus tidak ada lagi. Jangan sampai masyarakat mengeluh karena mahalnya biaya pendidikan. Pemerintah harus hadir. Jokowi sebagai presiden baru harus berani memastikan bahwa setiap warga negara telah mendapatkan haknya yang ditegaskan oleh konstitusi kita.

Kita pasti ingat, pada akhir sambutan perdana Presiden Jokowi di gedung MPR, yang disaksikan jutaan rakyat Indonesia dari ujung Papua hingga Aceh, Jokowi menegaskan hanya akan tunduk pada kehendak rakyat dan konstitusi. Karena sejatinya kuasa tertinggi ada pada tangan rakyat dan konstitusi. Jokowi dan segenap jajarannya adalah abdi rakyat, yang akan mempertaruhkan hidupnya demi kepentingan Indonesia. Kita berharap ini bukan hanya kata-kata, tetapi fakta, yang nanti bakal benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Secara khusus pada konteks ini tentang keterdidikan masyarakat Indonesia, melalui hadirnya keterbukaan pendidikan bagi semua masyarakat Indonesia tanpa perbedaan status kaya dan miskin. Semoga!. (analisadaily.com)