Jababeka Realisasikan Capex Rp 525 Miliar

Rabu, 05/11/2014

NERACA

Jakarta - Hingga kuartal tiga tahun ini, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) telah menyerap belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp 525 miliar atau 70% dari total alokasi capex senilai Rp 750 miliar. Tahun ini, perseroan mengalokasikan capex sebesar Rp 250 miliar untuk ekspansi di kawasan Cikarang dan Rp 500 miliar untuk kawasan Kendal, Jawa Tengah.

Sekretaris Perusahaan Kawasan Industri Jababeka, Muljadi Suganda mengatakan, capex untuk pengembangan kawasan Cikarang sudah terserap seluruhnya. “Sedangkan untuk kawasan Kendal Lebih dari separuhnya,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Mulyadi menambahkan, perseroan berharap capex dapat terserap seluruhnya pada akhir tahun ini. Meski demikian, hingga saat ini Jababeka belum menentukan dana yang dibutuhkan untuk ekspansi tahun depan. Salah satunya, proyek kerja sama antara perseroan dan PT Plaza Indonesia Tbk (PLIN). Dalam proyek kerja sama tersebut, keduanya berencana mengembangkan properti multiguna (mixed use) di kawasan Cikarang. “Kebutuhan dananya sedang dikalkulasi saat ini,” ungkap Muljadi.

Sementara untuk pengembangan kawasan wisata Tanjung Lesung, Banten, perseroan bakal mencari investor strategis dibandingkan mencari pinjaman bank. Oleh sebab itu capex untuk kawasan Tanjung Lesung tahun depan tidak besar. Belum lama ini, Jababeka mengungkapkan rencana melunasi utang senilai Rp 300 miliar kepada Bank Standard Chartered yang jatuh tempo akhir Oktober 2014.

Disebutkan, perseroan akan menggunakan kas dan dana hasil obligasi global (global bond) yang diterbitkan beberapa waktu lalu untuk pembayaran utang tersebut. Kata Muljadi, utang tersebut merupakan bagian dari utang jatuh tempo perseroan tahun ini. “Kami bakal membayar tepat waktu utang jatuh tempo,” ucap Muljadi, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Jababeka melalui anak usahanya, Jababeka Internasional BV telah menerbitkan obligasi berdenonimasi dolar Amerika Serikat senilai US$ 190 juta atau setara Rp 2,26 triliun. Obligasi tersebut memiliki waktu jatuh tempo selama lima tahun atau pada 2019. Bunga obligasi sebesar-besarnya 7,5% per tahun. Penerbitan obligasi ini dalam rangka penawaran pertukaran (exchange offer) terhadap obligasi awal dan kebutuhan korporasi lainnya. (bani)