BI Klaim Sesuai Target

Inflasi Oktober

Selasa, 04/11/2014

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia menilai perkembangan inflasi hingga Oktober 2014 masih sejalan dengan pencapaian sasaran inflasi 4,5% plus minus satu persen pada 2014 dan empat persen plus minus satu persen pada 2015.

"Sesuai perkiraan Bank Indonesia, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) secara bulanan (mtm) meningkat dari 0,27% pada September menjadi 0,47% pada Oktober 2014," kata Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs di Jakarta, Senin (3/11).

Kenaikan inflasi IHK tersebut lebih disebabkan oleh kenaikan inflasi kelompok administered prices dan volatile foods. Sementara itu, inflasi inti tetap terkendali.

Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan (year on year/yoy) inflasi IHK meningkat dari 4,53% pada September menjadi 4,83% pada Oktober 2014.

Peter menuturkan, sejalan dengan langkah stabilisasi makro yang dijalankan oleh Bank Indonesia, inflasi inti tercatat 0,27% (month to month/mtm) atau 4,02% (yoy), menurun dibandingkan dengan bulan lalu karena permintaan domestik yang moderat dan ekspektasi inflasi yang terjaga.

Di sisi lain, lanjut Peter, kenaikan inflasi administered prices dan volatile foods tersebut masih terkendali dan sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia.

"Meningkatnya tekanan inflasi administered prices didorong oleh kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) serta dampak lanjutan dari kenaikan harga LPG 12 kilogram pada bulan sebelumnya yang menyebabkan kenaikan yang cukup besar pada harga LPG tiga kilogram di beberapa daerah," ujar Peter.

Inflasi administered prices mencapai 1,34% (mtm) atau 7,57% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food mencapai 0,24% (mtm) atau 4,89% (yoy) didorong oleh meningkatnya harga komoditas aneka bumbu akibat musim kemarau.

Peter menambahkan, Bank Indonesia terus mencermati risiko inflasi terutama terkait dengan kemungkinan penyesuaian harga BBM bersubsidi menjelang akhir tahun 2014 dan senantiasa memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk meminimalkan dampak lanjutan yang ditimbulkan serta mengelola ekspektasi inflasi. [ardi]