WIKA Beton Anggarkan Capex Rp 608 Miliar

Selasa, 04/11/2014

NERACA

Jakarta –PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp608 miliar pada 2015. Dana tersebut akan dipergunakan untuk maintenance pabrik, modernisasi mesin, memulai kontruksi pembangunan pabrik di Balikpapan dan aktivitas lainnya,”Capex tersebut berasal dari internal dan hasil Initial Public Offering (IPO),” kata Corporate Secretary WTON, Puji Haryadi, di Jakarta, Senin (3/11).

Puji menjelaskan, nantinya sebagian besar dana tersebut akan diserap untuk memulai kontruksi pembangunan pabrik beton di Balikpapan. Pabrik berkapasitas 50-100 ribu ton per tahun itu diharapkan sudah bisa diselesaikan pada 2016 dan diharapkan bisa memperkuat kapasitas produksi perseroan.

Menurutnya, kebutuhan beton akan semakin besar seiring dengan peningkatan perekonomian nasional. Apalagi, pemerintah sekarang masih mendukung Program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),“Sekitar 40% dari beton yang diproduksi diarahkan ke wilayah Jawa Timur dan Kalimantan. Karena banyak proyek yang akan masuk seperti tol dan jalur kereta,” ucapnya.

Sekedar informasi, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp223,35 miliar atau Rp25,14, per saham pada kuartal III-2014. Jumlah tersebut meningkat sebesar 15,03% bila dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal III-2013 sebesar Rp194,16 miliar atau Rp22,28 per saham. Hasil terebut sejalan dengan penjualan perseroan yang mengalami kenaikan dari Rp2,04 triliun di kuartal III-2013 menjadi Rp2,32 triliun pada kuartal III-2014.

Hingga September 2014, PT Wijaya Karya Beton Tbk baru membelanjakan 34,08% dana dari hasil IPO atau sebesar Rp400,42 miliar. Direktur Utama WTON, Wilfred Imanuel A Singkali pernah bilang, hingga saat ini dana hasil IPO anak usaha dari perusahaan BUMN konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang masih tersisa yakni sebesar Rp774,49 miliar.

Disebutkan, sisa dana ditempatkan pada beberapa bank, seperti Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank CIMB Niaga dalam bentuk deposito. Dia menjelaskan, dari dana hasil IPO yang sudah terpakai itu, sekitar 12,84 persen atau sebesar Rp51,41 miliar dibelanjakan untuk pengolahan quarry material alam. Kemudian sekitar Rp82,52 miliar (20,61%) dialokasikan untuk membangun pabrik baru, Rp50,79 miliar (12,69%) untuk penambahan kapasitas pabrik existing, dan sekitar Rp39,47 miliar (9,86%) untuk pengembangan usaha jasa, dan sekitar 44,01% atau sebesar Rp176,24 miliar untuk modal kerja.

Sebelumnya, perseroan telahmerampungkan proses akuisisi atas perusahaan beton pracetak PT Citra Lautan Teduh (CLT). Hal tersebut ditandai dengan penandatangananpemindahan kepemilikan saham dari perusahaan dan warga negara Korea(91,67%) serta partner lokal (8,33%) kepada PT Wijaya Karya Beton Tbkdan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Maka dengan akuisisi tersebut, Wika Beton (WTON) memiliki 90% saham di CLT. Kemudian WIKAsebesar 10% dari transaksi senilai US$ 23,5 juta. (bani)