SKK Migas Siap Pasok Gas Atasi Krisis Listrik di Sumsel

Selasa, 04/11/2014

NERACA

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan pemangku kepentingan lainnya melakukan langkah-langkah mengatasi krisis listrik di wilayah Sumatera Selatan.

Menurut Kepala Humas SKK Migas, Rudianto Rimbono, pihaknya siap mengalokasi gas untuk menyuplai kebutuhan pembangkit di Sumsel. Status per 3 November 2014, PLTG Borang dapat beroperasi dengan penyerapan gas sebesar 24 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sebesar 14 MMSCFD berasal dari Pertamina EP dan 10 MMSCFD dari Medco. "Dengan demikian, krisis listrik di Sumsel bisa segara terselesaikan," katanya di Jakarta, Senin (3/11).

Kemarin, telah digelar rapat koordinasi mengatasi krisis listrik di Sumsel antara SKK Migas, Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN, PT Pertamina EP, dan PT Medco E&P Indonesia.

Sebagai tindak lanjut, PLN akan menyampaikan surat resmi kepada Kementerian ESDM dan SKK Migas yang menyatakan pembangkit listrik Asrigita mengalami kerusakan yang menyebabkan terjadinya krisis listrik di Sumatera Selatan, sehingga PLN meminta agar dapat dilakukan penyaluran gas ke PLTG Borang. "Di sisi lain, akan dilakukan amandemen perjanjian jual beli gas antara PLN dan Medco, serta PLN dan Pertamina EP," kata dia.

Untuk jangka panjang, pasca berakhirnya kontrak perjanjian jual beli gas bumi yang ada saat ini, telah disepakati perjanjian antara Medco dan PLN untuk menyalurkan gas yang berasal dari blok Lematang.

Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan, pasokan gas PLTG Borang sebesar 100 MW telah memulihkan kondisi kelistrikan di wilayah Sumsel. Dia menjelaskan, PLTG Borang sudah masuk ke sistem kelistrikan sejak kemarin (Minggu, 12/11) pukul16.45 WIB dan sudah menormalkan kembali pasokan listrik di Sumsel. Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan Medco, Pertamina EP, dan SKK Migas, sehingga PLTG Borang mendapatkan gas.

Menurut dia, pasokan listrik di Sumsel terganggu akibat kerusakan PLTG milik pengembang swasta, PT Asrigita Prasarana dengan total daya 150 MW. "Dengan beroperasinya PLTG Borang, maka bisa menggantikan pasokan pembangkit Asrigita yang rusak dan masyarakat bisa mendapatkan pasokan listrik kembali," ujarnya.

Krisis listrik di Sumsel sejak 31 Oktober 2014 terjadi akibat kerusakan pembangkit listrik Independent Power Producers (IPP) PT Asrigita Prasarana yang menyebabkan berkurangnya pasokan listrik di wilayah Sumatera selatan sebesar 100 megawatt (MW). Untuk mengatasi krisis listrik tersebut, PLN memutuskan untuk mengoperasikan PLTG Borang yang sejak tanggal 13 Oktober 2014 tidak beroperasi karena telah berakhirnya perjanjian jual beli gas bumi dari blok ‎South Sumatera Medco ke PLTG Borang.

Untuk itu PLNmenyampaikan permintaan pasokan gas agar PLTG Borang dapat beroperasi kembali hingga selesainya perbaikan IPP Asrigita yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan. Berdasarkan koordinasi dengan SKK Migas, Ditjen Migas, dan PLN maka Medco ‎dan Pertamina EP telah menyalurkan gas ke PLTG Borang sejak 2 November 2014.