Kerugian Pasar Bantargebang Bekasi Rp 6 Miliar

NERACA

Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi akan mengalokasikan dana dari pos tak terduga di APBD 2011 untuk membiayai rehabilitasi 64 kios Pasar Bantargebang yang terbakar akhir pecan lalu (3/8). Besar dana yang dipergunakan disesuaikan dengan kebutuhan untuk perbaikan yang diperkirakan mencapai Rp 6 miliar lebih.

Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat meninjau langsung lokasi bekas kebakaran kepada wartawan mengatakan, Senin (5/8). Setelah hasil pusat laboratorium forensik (puslabfor) keluar, segera dilaksanakan perbaikannya. Harus segera supaya para pedagang bisa kembali berusaha.

Puing-puing reruntuhan kios yang terbakar pun masih menumpuk. Garis polisi masih terpasang mengelilingi kios-kios yang terbakar.

Walkot Bekasi berharap, pemeriksaan dari tim puslabfor dapat segera dilakukan hingga diketahui hasil penyelidikan berupa kepastian penyebab kebakaran. Selain itu, rampungnya pemeriksaan tim puslabfor akan menentukan waktu pembersihan reruntuhan puing-puing sisa kios-kios yang terbakar.

"Kalau sudah (diperiksa tim puslabfor) nanti petugas dari Dinas Kebersihan dan Dinas Perekonomian Rakyat dibantu pedagang membersihkan semuanya. Kemudian dilakukan pula uji beton sambil pendataan total kerugian,"papar Rahmat.

Sementara ini, prediksi kerugian akibat kebakaran sekitar Rp 6 miliar. Sebesar Rp 4 miliar di antaranya merupakan kerugian yang dialami pedagang karena barang dagangannya yang terbakar. Mayoritas barang dagangan berupa pakaian dan kebutuhan sandang lainnya. Ada pun Rp 2 miliar sisanya merupakan kerugian akibat kerusakan bangunan.

Selama perbaikan belum rampung dilaksanakan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasar Bantargebang Nadih mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan area di lantai dua untuk lokasi berjualan sementara para pedagang yang menjadi korban kebakaran.

"Di atas bisa menampung 400 pedagang, jadi mereka yang kemarin kiosnya ikut terbakar dapat terfasilitasi. Sementara yang masih syok mungkin masih akan menunggu perbaikan rampung sebelum kembali beraktivitas," katanya.

Bagi pedagang yang membutuhkan tambahan modal untuk kembali berusaha, Pemerintah Kota Bekasi mempersilakan mereka memanfaatkan layanan di Bank Syariah milik Pemkot Bekasi atau koperasi di pasar setempat.

BERITA TERKAIT

KMTR Bidik Rp 583 Miliar dari Rights Issue

Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih…

Gelar Private Placement - J Resource Asia Bidik Dana Rp 534,49 Miliar

NERACA Jakarta – Danai eksplorasi untuk menggenjot produksi tambang emas lebih besar lagi, PT J Resource Asia Pasifik Tbk (PSAB)…

Pasar Menunggu Aturan Papan Akselerasi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan ada lima perusahaan dengan Net Tangible Assets (NTA) atau aset berwujud bersih kurang dari…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Legislator Kritisi Pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan Jabar

Legislator Kritisi Pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan Jabar NERACA Bandung - Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat (Jabar) Didin Supriadin mengkritisi…

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih - Sampai Desember 2018

Klaim Asuransi Kecelakaan Jasa Raharja Sukabumi Capai Rp20 Miliar Lebih Sampai Desember 2018 NERACA Sukabumi - Besaran klaim santunan kecelakaan…

Turis Lokal dan Asing Ramai Kunjungi TM Thamrin City

Turis Lokal dan Asing Ramai Kunjungi TM Thamrin City NERACA Jakarta - Trade Mall Thamrin City Jakarta kini semakin ramai…