Penjualan Bakrie Sumatera Tumbuh 41%

NERACA

Jakarta- Sampai dengan sembilan bulan pertama tahun ini, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil membukukan penjualan mencapai Rp 2,028 triliun atau tumbuh 41% dibandingkan penjualan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,439 triliun. Peningkatan penjualan ini bertolak belakang ditengah harga jual minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan karet yang justru terus turun sepanjang tahun ini.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (3/11), Direktur PT Bakrie Sumatera Plantations, Andi W. Setianto mengatakan, peningkatan penjualan ini membuktikan bahwa fundamental bisnis perseroan sebenarnya tetap kuat untuk terus memacu kinerja.

Selain penjualan yang melonjak hingga 41%, laba operasi dan laba kotor Bakrie Sumatera juga naik cukup signifikan. Laba kotor meningkat 45% dari Rp 395 miliar di kuartal III-2013 menjadi Rp 575 miliar di kuartal III-2014. Perolehan laba operasi juga meningkat hingga 106% dari Rp 135 miliar menjadi Rp 278 miliar.

Menurut dia, kenaikan ini merupakan hasil dari strategi perseroan melakukan peningkatan produksi sawit dan karet di tengah kondisi harga pasar komoditas sawit dan karet yang masih berada di level yang rendah,”Hasilnya sudah mulai terlihat sejak awal tahun ini. Perlahan tapi pasti, kami berhasil melakukan perbaikan dan memulihkan kekuatan fundamental bisnis kami," ujar Andi.

Pada kuartal III-2014, harga komoditas sawit (CPO) turun ke level terendah US$ 670 per ton CIF Rotterdam dibandingkan harga di kuartal III-2013 yang level terendahnya saat itu tercatat US$ 810 per ton. Kondisi serupa juga terjadi di komoditas karet. Di kuartal III-2014 harga komoditas karet turun ke level terendah US$ 1,6 per kg dibandingkan harga di kuartal III-2013 yang masih bertahan di level terendahnya US$ 2,6 per kg,“Dalam jangka pendek ini kami berhasil fokus pada optimalisasi produktivitas pabrik melalui peningkatan pembelian sawit dan karet dari petani. Kami akan melanjutkan upaya peningkatan produktivitas aset dan sustainability struktur permodalan yang tercermin di rasio hutang yang sehat, mengacu ke best practice,”kata Andi.

Di sisi lain, melalui unit usaha kerja sama patungan PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed Indonesia (ASD-BSP), perseroan juga telah melakukan inovasi melalui pengembangan bibit unggul yang menghasilkan produksi buah sawit lebih banyak dengan luasan lahan kebun yang sama. Bibit unggul ASD-BSP ini berpotensi menghasilkan hingga 40 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare dibandingkan dengan umumnya 25-30 ton TBS per hektare.

Asal tahu saja, PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) dikabarkan terancam gagal bayar bunga obligasi senilai US$ 100 juta atau setara Rp 1,1 triliun. Alhasil dampak, gagal membayar utang obligasi, saham perseroan disuspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir pekan lalu hingga saat ini.

Direktur Bakrie Sumatera Plantation, Balakrishnan Chandrasekaran pernah bilang, pihaknya akan bernegosiasi dengan para trustee alias pemegang obligasi. Selain itu, perseroan juga sudah menjelaskan kepada BEI bahwa jika bunga tersebut tidak dibayar, maka bisa menimbulkan event of default atas Secured Equity-linked Redeembale Notes senilai US$ 100 juta tersebut. (bani)

BERITA TERKAIT

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh

Industri Jasa Keuangan di Sumsel Tetap Tumbuh  NERACA Palembang - Industri jasa keuangan di Sumatera Selatan (Sumsel) tetap tumbuh sepanjang…

Penjualan Toyota Tumbuh 5,0 Persen di Palembang

Penjualan Toyota Tumbuh 5,0 Persen di Palembang NERACA Palembang - Penjualan mobil merek Toyota di Palembang, Sumatera Selatan mencatat pertumbuhan…

Investor Pasar Modak di Sulut Tumbuh 18,8%

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja pasar modal di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2017 tumbuh dibandingkan tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…