Harga Sayur Mulai Merangkak Naik

Menunggu Keputusan Kenaikan Harga BBM

Selasa, 04/11/2014

NERACA

Jakarta – Pemerintah memastikan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebelum masuk tahun 2015. Menunggu keputusan kenaikan harga BBM tersebut telah membuat beberapa harga bahan pangan salah satunya sayur-sayuran mengalami kenaikan. Kenaikan harga telah terjadi di Pasar Baru, Jakarta yang mana kenaikan harga bervariasi. Pedagang sayur Sarifudin mengaku kenaikan harga sayur-sayuran sudah berlangsung satu minggu lalu. “Sudah satu minggu beberapa harga sayuran mulai naik dan itu hampir terjadi di setiap pasar yang ada di wilayah Jakarta Pusat,” kata Sarifudin di Jakarta, Senin (3/11).

Sarifudin mengatakan, untuk harga sayur yang sudah mengalami kenaikan itu seperti harga cabe merah dan harga cabe rawit, harga tomat, harga kol dan lainnya. Untuk harga cabe merah saat ini dijual kisaran dari harga Rp35.000 hinga Rp50.000 perkilo sedangkan harga cabe rawit dari harga Rp45.000 hingga Rp55.000 perkilo. "Kenaikan harga sayur-sayuran ini akan terus terjadi hingga distributor mengetahui kepastian jadi atau tidaknya kenaikan BBM oleh pemerintah," tuturnya.

Dikatakannya, harga sayur-sayuran mengalami kenaikan terjadi karenak distributor di Pasar Induk Keramat Jati telah menaikkan harga penjualan kepada pengecer ataupun konsumen. Karena harga distributor telah mengalami kenaikan, dengan terpaksa para pedagang sayur di pasar-pasar mulai menaikkan harga dagangannya kepada konsumen. “Semoga pemerintah bisa cepat mengambil keputusan terkait kenaikan harga BBM karena semakin lama keputusan itu dibuat semakin tidak stabil harga sayur di pasaran,” ujarnya.

Kenaikan harga juga terjadi di Kota Bandar Lampung. Pasar Tradisional Induk Tamin Bandar Lampung juga telah mengalami kenaikan harga salah satunya cabai. Harga cabai merah yang sebelumnya Rp 35 ribu per kg, saat ini sudah menembus harga Rp 45 ribu per kg. Salah seorang ibu rumah tangga di Lampung, mulai mengeluhkan dengan kenaikan sejumlah sayur mayur dan bahan pangan kebutuhan pokok beberapa hari terakhir. “Hari Senin ini belanja, harga cabai merah di pasar (tradisional) sudah naik jadi Rp 45 ribu per kg,” kata Umi Fathia.

Umi menuturkan, harga cabai merah mengalami lonjakan kenaikan yang tidak wajar dalam beberapa hari terakhir. Kenaikannya terbilang drastis mencapai Rp 10 ribu per kg. Sedangkan kenaikan yang berkisar Rp 500 hingga Rp 1.000 per kg, terjadi pada timun, kentang, bawang merah dan bawang putih.

Sebelum 2015

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik sebelum 1 Januari 2015. Mengenai besaran kenaikannya, Bambang belum dapat menyampaikan hal tersebut. Ia mengatakan, pemerintah fokus pada program perlindungan sosial, yakni Kartu Indonesia Sehat, Indonesia Pintar, dan Keluarga Sejahtera. "Pokoknya kenaikan sebelum 1 Januari 2015 BBM naik," kata Bambang.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebaiknya dinaikkan pada awal pemerintahannya bersama presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Menurut Kalla, menaikkan harga BBM menjadi satu-satunya langkah untuk menyelamatkan keuangan negara.

Kalla mengatakan, dampak dari membengkaknya subsidi BBM adalah pemotongan anggaran pembangunan, seperti untuk jalan dan pengairan. Jika kebijakan itu terus diambil, kata Kalla, maka akan lebih berbahaya bagi ekonomi Indonesia pada masa depan.

Kalla menyinggung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus naik dari 2004 sampai 2008 hingga di atas 6 persen. Lalu, kata dia, pertumbuhan ekonomi terus menurun sejak 2011 akibat berbagai faktor, seperti ekonomi Tiongkok yang menurun dan kondisi ekonomi Eropa yang sulit.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan harga sebelum kenaikan BBM terjadi. “Kementerian perdagangan akan melakukan semua policy untuk mencegah kenaikan harga yang berlebihan," ujarnya.

Sebab, kata dia, fenomena yang biasa terjadi jelang kenaikan BBM adalah banyak oknum yang menimbun BBM. Hal ini kemudian memicu lonjakan harga. Kemudian, setelah harga BBM resmi naik, barang-barang kebutuhan pokok juga akan mengalami kenaikan. Dengan demikian, ada dua kali kenaikan harga yang ditanggung masyarakat.

Karenannya, Sofyan melanjutkan, selain mengantisipasi lonjakan harga jelang kenaikan BBM, pemerintah juga telah menyiapkan dana kompensasi bagi masyarakat miskin yang akan terkena dampak dari kebijakan tersebut. Dana kompensasi akan disebarkan dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera). “Sistemnya sudah ada, dalam bentuk e-money. Kemarin sudah diuji coba saat kunjungan presiden ke Sinabung,” ucap Sofyan.

Meski demikian, Sofyan mengatakan, pemerintah masih mengkaji kapan waktu yang tepat untuk mendistribusikan dana kompensasi tersebut. Sofyan menyebutkan, persoalan terlalu besarnya subsidi BBM saat ini menjadi perhatian pemerintahan Jokowi-JK. Pemerintah menilai subsidi BBM telah salah sasaran. "Makanya paling lambat akhir tahun ini subsidinya harus dialihkan," tukasnya.