Kesadaran Berinvestasi Masyarakat Terus Menigkat

Sabtu, 08/11/2014


Banyak harapan dan kecemasan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla, tidak hanya bidang pertanian, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat, namun pertumbuhan investasi apa yang akan bergairah pada presidien baru.

NERACA

Sekarang ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi sudah semakin meningkat. Masa depan yang tidak menentu menjadi salah satu alasan munculnya kesadaran ini. Namun, bukan berarti kondisi dunia investasi di Indonesia sudah sangat membaik. Ada banyak hal yang perlu diperbaiki agar investasi di Indonesia semakin berkembang.

Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengemban tugas berat untuk mengembangkandunia investasi Indonesia. Ada banyak hal yang perlu diberikan perhatian lebih agar banyak orang tertarik untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.

Mahendra Siregar,Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),mengungkapkan terpilihnya Jokowi sebenarnya sudah membawa hal baik untuk dunia investasi Indonesia. Gaya kepemimpinan Jokowi menjadi salah satu penyebab tren positif untuk investasi di Indonesia.

Mahendra menambahkan selain Jokowi, tumbuhnya masyarakat kalangan menengah juga menjadi salah tanda baik untuk dunia investasi Indonesia. Hal ini akan menarik para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Tumbuhnya masyarakat kalangan menengah juga meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini akan mendukung pertumbuhan pasar yang sangat penting untuk berkembangnya dunia industri negara ini.

Dapat dikatakan, berkembangnya dunia investasi Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh adanya Pemerintahan yang baru. Perkembangan masyarakat juga menjadi faktor penting untukdunia investasi Indonesia. Namun, bila hanya mengandalkan dua hal ini saja, maka dunia investasi Indonesia tidak akan dapat mencapai hasil terbaik. Dibutuhkan hal lainnya, yang dapat menjadi pendukung kuat agar pertumbuhan investasi di Indonesia berjalan dengan baik.

Senior analis dari LBP Enterprises, Lucky Bayu Purnomo, mengatakan saat ini pelaku pasar cenderung menghindari investasi. Kondisi ekonomi yang kurang stabil beberapa waktu belakangan ini membuat para investor berhitung lebih cermat.

Sentimen pasar cenderung negatif karena faktor ekternal dan internal yang kurang bersahabat. Faktor eksternal datang dari kondisi global yang belum juga membaik. Dari dalam negeri, perdebatan politik menjadi pertimbangan tersendiri untuk para pelaku pasar. "Fundamental negara ekonomi dipengaruhi elemen pemerintah baru, kalau sinyalnya negatif, maka investasi menjadi tak menarik," katanya.


Hasil pemilihan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat yang merupakan Koalisi Prabowo, dianggap dapat menjadi penghambat pemerintahan presiden terpilih, Joko Widodo, menjalankan kebijakannya. Lucky Bayu memberikan beberapa tips untuk berinvestasi dalam masa transisi politik.

Pertama, investasi sebaiknya dilakukan 10 atau 5 hari jelang pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Karena, kata dia, kondisi politik yang belum pasti, haruslah diikuti dengan semangat investasi yang pragmatis. "Kita ini negara berkembang, wajar masih ada konsolidasi di sana-sini," kata dia.

Selanjutnya, investasikan hanya 30% dana yang dimiliki. Lucky mengatakan jangan terlalu percaya diri apalagi melakukan aksi berlebihan di masa transisi politik. "Karena efeknya belum tentu positif, " kata dia. Penempatan dengan presentase 30% adalah manajemen yang paling hati-hati dan paling aman. "Jadi kalau ada koreksi, 70% dana Anda masih aman," tambah dia lagi.

Lucky juga menambahkan, sisa dana 70% yang anda miliki, boleh diinvestasikan setelah 100 hari masa kerja pemerintahan baru. Karena pada fase itu, kerja pemerintahan Jokowi-JK sudah mulai terlihat. Selain itu, kata dia, masyarakat juga sudah bisa menilai apakah menteri yang ditunjuk kompeten atau tidak dalam menghadapi tantangan.