Forlegnas: Harus Bebas Mafia Migas

Pemilihan Direksi Pertamina

Senin, 03/11/2014

NERACA

Jakarta - Terpilihnya Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden, tentunya memunculkan harapan baru bagi seluruh masyarakat Indonesia. Terlebih di sisi ketahanan energi. Forum Legislasi Nasional menilai, Pemerintahan Jokowi-JK ditantang untuk dapat menciptakan ketahanan energi mandiri. Diantaranya dengan menempatkan sosok yang benar dalam jajaran direksi PT Pertamina (Persero).

“Kami mengharapkan Jokowi-JK perlu berhati-hati dan cerdas dalam menempatkan orang-orang terbaik negeri ini di jajaran direksi Pertamina. Sederhananya, the right men on the right place. Apalagi Pertamina merupakan perusahaan energi pelat merah mempunyai tanggungjawab terhadap hajat hidup orang banyak,” kata Juliaman F Saragih, pendiri Forlegnas, di Jakarta, Minggu (2/11), pekan lalu.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, Pertamina harus menemukan sosok direksi yang cakap dan berani mengambil langkah strategis tanpa harus dibebani intervensi pihak mana pun dan siapa pun. Juliaman kembali menegaskan, saat ini sudah muncul tujuh nama yang banyak diperbincangkan di kalangan industri minyak dan gas (migas).

Ketujuh orang ini yaitu Hanung Budya (Direktur Pemasaran Pertamina), Hari Kalyuliarto (Direktur PT Gas Negara (Persero) Tbk), Jaya Martapa (mantan petinggi Shell, CEO Fortune Energy Singapore Trading, dan Konsultan Lepas Migas Singapura), Frederick Siahaan (mantan Direktur Keuangan Pertamina era Arie Soemarmo), Darwin Silalahi (Country Chairman Shell), Akbar Faisal (Politisi Nasdem) serta Milton Pakpahan (Politisi Partai Demokrat dan mantan Ketua Komisi VII DPR).

“Dari ketujuh nama ini haruslah dipilih yang profesional, muda, enerjik, memiliki kemampuan manajerial dan pemasaran yang telah teruji, nonpartisan, dan tentunya, bebas dari area mafia migas. Selain itu, mereka semua harus diperiksa track record-nya oleh KPK, PPATK dan BIN,” tegas Juliaman. [ardi]