Semua yang Melanggar "Out of the Country"

Sektor Kelautan dan Perikanan

Senin, 03/11/2014

NERACA

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan potensi laut dan perikanan nasional sangat besar, maka dari itu harus dijaga dan diolah agar bisa mensejahterakan masyarakat. Untuk itu, bagi yang merusakan dan mengeksploitasi kekayaan laut maupun perikanan nasional tida sesuai dengan aturan apalagi melanggar hingga merusak ekosistem dan keberlanjutan kekayaan laut maka harus diberantas. Oleh karenanya yang melanggar terutama pengusaha tidak mentaati aturan nasional maupun international harus dicabut ijinnya, dan keluar dari Indonesia. “Aturan nasional international sudah jelas jika masih dilanggar “out of the country,” tegas Susi kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (31/10), pekan lalu.

Untuk itu dirinya berjanji, bagi negara lain yang menanamkan investasinya di Indonesia dan tidak mengikuti semua aturan-aturan yang ada seperti yang terlampir dalam Undang-Undangan (UU) Perikanan akan menindak tegas, dari mulai pencabutan ijin hingga menutup perusahaanya yang ada di Indonesia. “Syarat mutlak bagi yang ingin menamkan investasinya di Indonesia, harus ikuti aturan,” tegas dia lagi.

Oleh karennya dirinya saat ini sedang mengidentifikasi semua masalah-masalah yang ada di sektor perikanan nasional baik di laut maupun di darat (budidaya) sampai ke proses hillirisasinya atau pengolahan mana-mana yang bermasalah akan dibereskan. “Selama beberapa hari ini saya bekerja di KKP, sedang saya identifikasi semua masalahnya mulai dari illegal fishing, budidayanya, hingga nanti diproses pengolahannya seperti apa. Makanya sesuai dengan instruksi presiden ingin menjadikan sektor perikanan menjadi penyumbang ekonomi nasional dan ikut mensejahterakan masyarakat,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur JenderalPengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan(P2HP) KKP, Saut P. Hutagalung menambahkan selama ini semua pakar atau ahli dalam perikanan dan kelautan tahu pangkal masalahnya apa dalam sektor ini. Hanya saja belum pada memualinya, dan Bu Susi saat ini mau memulainya. “Bu Susi orang yang paham akan sektor perikanan, karena beliau lama terjun langsung, dan dia mau mereformasi semua yang dianggap memang harus diselesaikan. Harapannya sektor perikanan bisa lebih baik lagi kedepan,” katanya.

Sedangkan menurut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, KKP, Slamet Soebjakto mengatakan saat ini untuk perikanan budidaya sendiri masih dalam proses pelaporan dan bocorannya untuk tahun depan ada lompatan produksi hingga dua kali lipat. Tahun ini produksi perikanan budidaya targetnya 13,97 juta ton, jika memang tahun 2015 nanti naik dua kali lipat maka target produksi sekitar 27 juta ton. “Memang jika ingin mengejar produksi China yang bisa mencapai 43 juta ton pertahunnya harus dikejar melalui produksi perikanan budidaya, karena kalau perikanan laut jika diekploitasi terlalu tinggi nanti over fishing,” ujarnya.

Jadi memang, karena ini transisi menteri baru, sambung Slamet masih dalam tahap identifikasi nanti setelah semuanya di identifikasi program-program peningkatan produksi perikanan budidaya untum program 2015 akan kami sampaikan. “Selama ini program peningkatan produksi seperti revitalisasi tambak idol, program PUMP dan yang lain berhasil meingkatkan produksi perikanan budidaya nasional. Untuk 2015 lagi kami petakan mana yang berhasil dan mana yang perlu dikembangkan,” tukasnya. [agus]