Melongok Kekokohan Performance WIKA

Bukukan Laba Rp 400,71 Miliar

Senin, 03/11/2014

NERACA

Jakarta – Meskipun geopolitik dalam negeri sempat memanas pasca pemilihan presiden terpilih dan terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akibat melemahnya perekonomian global, belum memberikan imbas yang signifikan terhadap kinerja emiten konstruksi dan termasuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Pasalnya, perseroan masih mencatatkan pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp 400,71 miliar pada kuartal III-2014.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, disebutkan, laba ini naik 2,66% dari tahun 2013 (year on year/yoy) atau 59,05% dari target 2014, Rp678,65 miliar. Hingga akhir September 2014, WIKA membukukan penjualan (tidak termasuk penjualan KSO) sebesar Rp8,61 triliun, naik 8,85% dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp7,91 triliun.

Dari capaian kinerja tersebut, WIKA memproyeksikan penjualan hingga akhir tahun dapat mencapai 97% dari target 2014 sebesar Rp14,09 triliun. WIKA menargetkan penjualan (termasuk penjualan KSO) Rp18,82 triliun atau naik 25,63 persen dari realisasi tahun 2013 sebesar Rp14,98 triliun. Sementara perolehan laba yang dapat diatribusikan ke Pemilik Entitas Induk hingga akhir tahun berada pada kisaran 80-90% dari target tahun 2014 sebesar Rp678,65 miliar.

Proyeksi kinerja WIKA hingga akhir tahun tersebut dikaji berdasarkan adanya pemangkasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2014 pada proyek-proyek infrastruktur milik pemerintah, tertundanya proyek-proyek sejumlah Badan Usaha Milik Negara

(BUMN) sepanjang 2014, kendala pembebasan lahan yang berdampak pada realisasi pengerjaan proyek dan kepastian ekonomi di tahun politik sepanjang 2014. Sementara realisasi Belanja modal (Capital Expenditure/Capex) per September tahun 2014 mencapai Rp668,2 miliar atau 33,58% dari target Capex 2014 sebesar Rp1,99 triliun. Target Capex tahun 2014 terdiri dari Capex WIKA Induk Rp984 miliar dan Capex anak perusahaan sebesar Rp1,01 triliun.

Komposisi Capek WIKA Induk terdiri dari pengembangan usaha sebesar Rp362,7 miliar, akuisisi dan penyertaan sebesar Rp304,2 miliar serta investasi aset tetap sebesar Rp317,1 miliar. Belum lama ini, rencana WIKA menerbitkan surat utang dan terder proyek tol Balikpapan-Samarinda berhasil mendongkrak harga saham perseroan.

Pengamat pasar modal Sinarpo Suria pernah bilang, WIKA yang berencana menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium-term note (MTN) sebesar Rp1 triliun di akhir 2014 mampu memberikan sentiment positif terhadap saham WIKA di bursa,”Perseroan bakal menerbitkan MTN, dimana hasil penerbitan akan dipergunakan untuk merestrukturisasi profil kas dan utang,”ujarnya.

Selain itu, Wika Realty, anak usaha emiten WIKA mengembangkan proyek perkantoran di Jakarta Pusat. Investasinya diperkirakan mencapai Rp300 milliar. WIKA juga tengah mengikuti tender proyek jalan tol Balikpapan-Samarianda. Diharapkan dapat memenangi salah satu paket dari lima paket yang tersedia dari tender tersebut. “WIKA memiliki sejumlah proyek tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri seperti kawasan Myanmar, Arab Saudi, Timor Leste, dan Malaysia,” ungkap dia. (bani)