PGN Membukukan Pendapatan US$ 2,2 Miliar

Optimalkan Jaringan Gas Dalam Kota

Senin, 03/11/2014

NERACA

Jakarta –Sampai dengan kuartal tiga 2014, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan pendatan bersih naik sebesar 14% menjadi US$ 2,5 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya US$ 2,2 miliar,”Kenaikan pendapatan diperoleh dari peningkatan volume penjualan dari usaha distribusi sebesar 6,3% dibanding periode sama tahun sebelumnya dari 808 MMSCFD menjadi 859 MMSCFD," kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, dari usaha transmisi, kata dia, PGN dan anak usaha PT Transportasi Gas Indonesia mengalirkan gas sebesar 864 MMSCFD dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 867 MMSCFD.

Dia menambahkan bahwa dari sisi beban pokok pendapatan, kenaikan harga beli gas dari pemasok mulai 1 April 2013 lalu memengaruhi kenaikan beban pokok pendapatan pada tanggal 30 September 2014 sebesar 22% menjadi US$ 1,4 miliar, dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 1,2 miliar.

Untuk laba bersih, lanjut dia, kondisi ekonomi global mempengaruhi kinerja laba bersih perusahaan pada tanggal 30 September 2014. PGN membukukan laba bersih sebesar US$ 591,8 juta pada tanggal 30 September 2014, menurun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 641,6 juta. Untuk meningkatkan bisnis gas bumi, PGN melalui anak usaha PT Saka Energi Indonesia (SEI) pada awal tahun 2014 mengakuisisi 75% hak partisipasi di Blok Pangkah sehingga kepemilikannya menjadi 100%.

Pada tanggal 15 Juli 2014, lanjut dia, SEI juga meyelesaikan transaksi akuisisi working interest sebesar 36% termasuk carry di blok shale gas Fasken wilayah Eagle Ford, Houston-Texas, Amerika Serikat milik Swift Energy Company senilai US$ 175 juta. Hal itu memberikan kontribusi pendapatan dari usaha di bidang hulu sebesar US$ 219,4 juta.

Dalam percepatan konversi BBM ke BBG, Hendi Prio Santoso mengatakan bahwa pihaknya akan menjadi yang terdepan baik di sektor industri, UKM, transportasi dan rumah tangga,”Konversi BBM ke gas bumi mendesak untuk dilakukan karena ketergantungan pada minyak bumi yang mahal dan impor akan membuat rapuh ketahanan energi kita,”ungkapnya.

Bahkan untuk mensukseskan transformasi gas dari BBM ke gas BUMI, PGN terus membangun jaringan gas bumi hingga pemukiman dan termasuk rusun di DKI Jakarta. Bahkan untuk mengoptimalkannya, PGN telah menjadikan DKI Jakarta sebagai role model Kota Gas di Indonesia yang teringterasi dengan energi gas bumi.

Hingga saat ini PGN telah membangun 6000 km pipa gas bumi di berbagai wilayah di Indonesia dan memiliki lebih dari 100 ribu pelanggan. Dimana untuk jumlah pelanggan PGN di DKI Jakarta sekitar 13.900 pelanggan. Dari jumlah itu, sekitar 13.500 di antaranya adalah pelanggan rumah tangga dan usaha kecil. Pada semester satu tahun ini, PGN sudah membangun jaringan gas untuk di DKI Jakarta sepanjang 60 kilometer dan jaringan distribusi di wilayah DKI Jakarta adalah bagian dari jaringan distribusi PGN di Jawa Bagian Barat. Totalnya, sepanjang 2.150 km. (bani)