Jasa Tania Rilis Empat Produk Baru - Bidik Pasar Kelas Bawah

NERACA

Jakarta – PT Asuransi Jasa Tania Tbk (Jastan) membukukan pendapatan premi bruto sampai kuartal III-2014 sebesar Rp 204,8 miliar, turun 17,25% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 247,5 miliar. Namun tidak mengurangi ekspansi bisnis preseroan, bahkan perusahaan yang kepemilikan sahamnya di pegang dana pensiun PTPN I-V telah merilis empat produk baru.

Direktur Utama Jasa Tania, Basran Damanik mengatakan, kehadiran produk baru untuk menjawab kebutuhan pasar. Dimana ke-empat produk tersebut diantaranya asuransi perkebunan, asuransi ternak atau pengemukan sapi, asuransi JT Care Cash Plan, JC Care Micro, “Produk asuransi baru ini membidik segmen pasar kelas bawah, seperti petani dan nelayan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, asuransi kesehatan yang baru ini memiliki perbedaan dengan asuransi kesehatan sebelumnya. Pasalnya, asuransi JC Care Cash Plan merupakan turunan dari asuransi kesehatan yang ada dan membidik pasar retail. Kemudian untuk asuransi pertanian sawit dan peternakan, perseroan menegaskan tidak konsorsium, tetapi sendri.

Kata Basran, hal ini dilakukan sebagai bentuk ikon dari perseroan untuk menjadikan asuransi pertanian yang pertama dan terderpan dengan asuransi lainnya. Bahkan asuransi pertanian tersebut, diklaimnya sudah mencakup semua risiko dan tidak hanya risiko kebakaran, namun juga risiko hama.

Asal tahu saja, perseroan membukukan laba setelah pajak (earning after taxes) hingga kuartal tiga mencapai Rp 14,6 miliar, tumbuh 247,62% dibandingkan kuartal III-2013 yang sebesar Rp 4,2 miliar. Direktur Jasa Tania, Buyung Sembiring menuturkan, pendapatan premi bruto perseroan menurun disebabkan penurunan dari lini usaha asuransi accident. Salah satu afiliasi Jasa Tania tidak memperpanjang asuransi kesehatan tersebut tahun ini karena ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Perseroan juga menerapkan seleksi risiko untuk sektor yang dianggap tidak berkontribusi positif kepada hasil underwriting, sehingga membuat lini usaha asuransi kendaraan bermotor menurun. Kendati demikian, sampai kuartal III-2014 hasil investasi perseroan mencapai Rp 6,2 miliar atau tumbuh 244,44% dibandingkan periode sama pada 2013 yang sebesar Rp 1,8 miliar. Jasa Tania pun mencatatkan, beban usaha menjadi sebesar Rp 35 miliar atau turun 4,63% dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 36,7 miliar.

Hal tersebut membuat laba usaha perseroan sampai kuartal III lalu sebesar Rp 8,99 miliar, tumbuh 217,86% dibandingkan kuartal III-2013 yang mencapai Rp 2,8 miliar. Hingga akhir tahun, Jasa Tania menargetkan pendapatan premi bruto sebesar Rp 204,8 miliar, tumbuh 11,7% dibandingkan periode sama pada akhir tahun lalu yang sebesar Rp 288,5 miliar.

Sementara laba bersih diproyeksikan dapat mencapai Rp 16,8 miliar atau tumbuh 196,6% dibandingkan akhir 2013 yang sebesar Rp 5,7 miliar. Selain itu, sampai akhir tahun ini perseroan menargetkan hasil underwriting sebesar Rp 63,7 miliar atau tumbuh 18,9% dibandingkan periode sama pada 2013. (bani)

Related posts