Borneo Lumbuh Energi Merugi Rp 2 Triliun

Perusahaan tambang, PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk (BORN) hingga enam bulan pertama tahun ini mencatat kenaikan rugi bersih sekitar 53,21% menjadi US$ 170,14 juta atau setara Rp2,02 triliun (kurs Rp11.900) dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 111,05 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, naiknya rugi bersih akibat susutnya penjualan bersih sebesar 54,89% menjadi US$ 69,24 juta atau setara Rp823,96 miliar dari US$ 153,5 juta pada akhir kuartal II/2013. Turunnya penjualan bersih seiring dengan berkurangnya beban pokok penjualan menjadi US$ 138,4 juta dari US$ 151,38 juta, beban penjualan dan pemasaran turun menjadi US$ 4,45 juta dari US$ 30,13 juta.

Selain itu, beban umum dan administrasi juga susut menjadi US$ 4 juta dari US$ 8,36 juta, beban keuangan turun menjadi US$ 24,65 juta dari US$ 55,69 juta. Namun, beban lain-lain menjadi US$ 61,93 juta atau setara Rp736,97 miliar dari sebelumnya laba US$ 21.000.

Adapun jumlah aset perusahaan per akhir Juni tercatat sebesar US$ 1,18 miliar, dengan total utang US$ 1,67 miliar. Jumlah tersebut naik dibanding akhir tahun lalu, di mana jumlah aset senilai US$ 1,33 miliar, dengan total utang US$ 1,64 miliar.(bani)

Related posts