Tamansari Jineng Telah Memasuki Tahap Topping Off

Senin, 03/11/2014

NERACA

Bali – PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., memastikan proyek Tamansari Jineng yang berlokasi di Jl Sunset Road, Kuta, Bali, akan selesai pembangunannya tepat waktu. Hal itu karena saat ini proyek Tamansari Jineng sudah memasuki tahapan topping off (penutupan atap). Setelah tahapan struktur selesai, pembangunan Tamansari Jineng akan dilanjutkan dengan tahapan finishing.

Prosesi topping off selain dihadiri oleh jajaran Komisaris, Direksi dan Manajemen PT Wika Realty yakni Direktur Utama PT Wika Realty, Budi Saddewa Soediro beserta jajaran Komisaris, Direksi dan Manajemen PT Angkasa Pura Property, anak perusahaan PT Angkasa Pura I (Persero) yakni Direktur Utama PT Angkasa Pura Property, IGK Mangku. Proyek Tamansari Jineng merupakan hasil kerjasama PT Wika Realty dan PT Angkasa Pura Property dan merupakan perwujudan dari sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain prosesi topping off, digelar pula acara Jineng Art Festival selama 3 hari (31 Oktober – 2 November 2014). Festival ini diadakan untuk memberikan ruang bagi pentas seni & budaya lokal Bali. Selain itu juga sebagai wujud kepedulian PT Wika Realty untuk turut melestarikan seni dan budaya lokal Bali. Jineng Art Festival dimeriahkan para seniman dan galeri ternama di Bali. Diantaranya, Semar Kuning Galery, Dian’s Songket, Taksu Bali Galeri, Pengrajin Uang Kepeng Ida Bagus Panca dan lain-lain. Acara Jineng Art Festival ini dimungkinkan mengingat dilokasi pengembangan Tamansari Jineng juga disediakan amphitheater yang akan menjadi lokasi pertunjukan seni budaya (khususnya kebudayaan Bali). Sehingga diharapkan dengan adanya fasilitas amphitheater ini bisa meningkatkan kunjungan (okupansi) para wisatawan untuk menginap di kondotel Tamansari Jineng.

Tamansari Jineng merupakan proyek kondominium hotel (kondotel). Dibangun di lokasi yang sangat strategis yakni dekat Simpang Siur - Jl Sunset Road, Kuta, Bali. “Ditargetkan pada April 2015 mendatang kondotel ini sudah bisa menerima tamu (soft opening),” ujar Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama PT Wika Realty.

“Tamansari Jineng berlokasi di kawasan prime area dan kawasan bisnis yang berkembang sangat pesat di Bali. Selain itu, letaknya juga cukup dekat dengan kawasan wisata Kuta yang sangat terkenal karena keindahan pantai pasir putihnya, panorama pada saat matahari tenggelam (sunset), debur ombaknya untuk olah raga surfing atau selancar dan sangat dekat pula dengan pintu gerbang Bali (Bandara Ngurah Rai), kurang lebih dapat dicapai dalam waktu ± 15 menit saja. Apabila dilihat dari hukum properti bahwa lokasi merupakan pertimbangan utama dalam berinvestasi, maka kondotel Tamansari Jineng sangat prospektif untuk berinvestasi,” ujar Budi.

Dibangunnya kondotel Tamansari Jineng juga karena melihat potensi pasar wisatawan di Bali yang terus meningkat, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. “Sehingga dibutuhkan sarana akomodasi yang memadai bagi para wisatawan tersebut. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai daerah tujuan wisata No 1 di Indonesia, Bali juga merupakan salah satu tujuan investasi properti yang sangat menjanjikan di Indonesia,” kata Budi.

Kondotel Tamansari Jineng akan dioperasikan sebagai hotel bintang empat oleh Golden Tulip (member of Louvre Hotel Group - France). Golden Tulip telah mengoperasikan banyak hotel di wilayah Eropa, Asia-pasific, Amerika Selatan maupun Utara, Timur Tengah dan Afrika. Selain dilengkapi fasilitas standar hotel bintang 4, kondotel Tamansari Jineng juga dilengkapi dengan fasilitas berupa game room, kids zone (kids room, kids pool with wide sandy beach, child play ground), swimming pool with pool bar, amphiteatre untuk pentas seni budaya Bali selain open air gallery di halaman dalam hotel.

Untuk menambah kenyamanan liburan keluarga, disediakan plunge pool di depan unit kamar pada ground floor. Sedangkan untuk menambah kenyamanan berbisnis disediakan pula 4 meting room yang dilengkapi business center & secretary. Dengan open space di tengah bangunan seluas lebih dari 3000 m2, menjadikan hotel di tengah kota ini layaknya sebuah resort yang nyaman.

Di atas lahan seluas 12.000 m2 dibangun satu tower kondotel setinggi 4 lantai dengan luas bangunan mencapai 15.210 m2. Ada 188 unit kondotel yang dipasarkan fully furnished dan terdiri atas beberapa tipe, terkecil tipe Studio Standard (35 m2) dan terbesar tipe Presidential Suite (141 m2), dipasarkan dengan harga mulai Rp1,7 miliar hingga Rp6 miliar.

Kondotel Tamansari Jineng dipasarkan lease hold selama 30 tahun dan memiliki opsi untuk memperpanjang 20 tahun kemudian. Investor mendapatkan garansi ROI 16% untuk 2 tahun pertama dan free stay 30 point dalam 1 tahun.

Sampai saat ini, Tamansari Jineng yang pembangunannya menelan investasi sebesar Rp350 miliar ini sudah terjual 70%. Profil pembeli kebanyakan berasal dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. ”Kami juga membuat program share unit. Kepemilikan 1 room bisa dibagi untuk 5 investor. Jadi 1 room bisa menjadi milik bersama. Nanti pembagiannya akan proporsional,” kata Denny Wibisono, Manager Realty Tamansari Jineng seraya mengatakan diperkirakan investor sudah balik modal/ Break Event Point (BEP) dalam waktu 8 tahun.