Dana Sekitar Rp 61 Triliun Bergerak Ke Daerah - Selama Lebaran 2011

Jakarta---Pergerakan uang selama Idul Fitri atau Lebaran diperkirakan mencapai Rp 61 triliun dan sebagian besar dana itu bergerak ke daerah. Dana tersebut tak hanya mengalir untuk konsumtif, tapi juga investasi. "Ini dari Lebaran saja terdapat kegiatan ekonomi lebaran yang menggerakkan dana Rp 61 triliun," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa.kepada wartawan di Jakarta,5/9

Lebih jauh kata Hatta, peredaran dana yang cukup besar itu sangat positif bagi kegiatan ekonomi di Indonesia. Hal ini dikarenakan dana tersebut bukan semata untuk kegiatan konsumsi masyarakat yang melonjak pada masa Lebaran. “Dana itu bukan sekedar konsumtif , misalnya beli baju atau kue lebaran saja,”ujarnya

Namun, lanjut Hatta, bahkan dana itu juga ada yang “dikerahkan” untuk kegiatan investasi yang nisa menggerakkan modal-modal tersebut di masyarakat. "Misalnya saja pembantu di rumah dan supir pulang ke kampung, dia kumpulkan uangnya. Saya tanya untuk apa itu, katanya untuk beli sapi, sawah, dan perbaikan rumah. Jadi ini ada kegiatan dana yang mengalir dari kota ke desa," jelas Hatta.

Yang jelas, kata Hatta, Idul Fitri bukan sekedar kegiatan ritual keagamaan saja. Namun juga aktivitas ekonomi sosial yang sangat luar biasa. "Jadi ini baik sekali, sangat positif, tidak hanya ada kegiatan rutin aktivitas keagamaan saja kan," jelasnya

Dana sebesar itu, tak dibantah pengamat ekonomi LIP, Latif Adam, intinya kegiatan Idul Fitri atau Lebaran memberi dampak positif buat daerah. ”Momentum Lebaran selalu jadi faktor yang bisa mengangkat pertumbuhan dan aktivitas ekonomi daerah,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Data Bank Indonesia, transaksi uang receh selama Ramadan dan beberapa hari menjelang Lebaran 2011 sudah mencapai Rp77 triliun. Data yang diterima hingga 26 Agustus menyebutkan, transaksi uang sudah melampaui target realisasi yang diperkirakan BI sebesar Rp61,3 triliun.

Realisasi transaksi uang pada Lebaran tahun ini juga naik sekitar 41 persen dibandingkan tahun 2010 yang mencapai Rp 54,78 triliun. Adapun jumlah uang yang beredar di masyarakat beberapa hari menjelang Lebaran sudah mencapai jumlah Rp367 triliun. Selain itu, BI mencatat penarikan uang mengalami peningkatan cukup signifikan menjelang dimulainya cuti bersama Idul Fitri.

Pada 24 Agustus realisasi penarikan uang sudah mencapai 88,5 persen dari proyeksi atau sekitar Rp54,3 triliun. Deputi Direktur Pengedaran Uang BI Adnan Djuanda menuturkan, jumlah uang beredar hingga 25 Agustus 2011 mencapai Rp383,7 triliun, meningkat Rp16,7 triliun sejak tanggal 24 Agustus yang tercatat sebanyak Rp367 triliun.

Jumlah tersebut, sambung Adnan, tumbuh 17,48 persen dibandingkan dengan hari di luar Ramadan yang biasanya mencapai Rp326,6 triliun.

Sementara ekonom LIPI, Latif Adam menilai fenomena Lebaran perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Dengan kata lain, distribusi uang yang selama ini terfokus di Jakarta dan hanya satu tahun sekali mengalir deras ke daerah perlu lebih dimaksimalkan tidak hanya pada saat Lebaran. ”Dengan demikian, disparitas pembangunan ekonomi daerah bisa diminimalkan. Ketimpangan pembangunan ekonomi antardaerah dan dengan pusat juga bisa dikurangi,” jelasnya.

Dikatakan Latif, di luar masa Lebaran,justru kecenderungannya uang dari daerah banyak yang mengalir ke Jakarta. Sebab, banyak tenaga kerja atau sumber daya manusia yang produktif dari daerah dan sesungguhnya bisa mengembangkan ekonomi daerah justru bekerja di Jakarta dan membuat perputaran uang di Ibu Kota cenderung lebih besar. **cahyo

Related posts