Laba Astra Tumbuh Jadi Rp 14,49 Triliun

NERACA

Jakarta – Hingga September 2014, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba yang dapat diatribusikan sebesar Rp14,49 triliun. Angka ini meningkat dibanding dengan perolehan serupa di periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp13,46 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (30/10).

Kinerja yang sangat baik ini ditopang dengan adanya peningkatan pendapatan bersih perseroan yang mencapai Rp150,58 triliun dibanding dengan pendapatan bersih diperiode tahun 2013 yang mencapai Rp141,84 triliun. Disebutkan beban pokok pendapatan diperiode yang berakhir pada September 2014 juga ikut meningkat menjadi Rp121,79 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp116,47 triliun.

Laba bruto diperiode yang berakhir pada September 2014 naik menjadi Rp28,79 triliun dari sebelumnya Rp25,37 triliun, laba sebelum pajak diperiode yang berakhir pada September 2014 naik menjadi Rp21,73 triliun dari sebelumnya Rp18,76 triliun, dan laba per saham naik menjadi Rp358 per saham dari sebelumnya Rp333 per saham.

Liabilitas perseroan meningkat menjadi Rp120,93 triliun diperiode yang berakhir pada September 2014 dibanding dengan liabilitas pada akhir tahun lalu sebesar Rp107,81 triliun. Total aset meningkat menjadi Rp236,40 triliun diperiode yang berakhir pada September 2014 dari total aset pada akhir tahun lalu yang mencapai Rp213,99 triliun.

Meskipun tahun ini, menjadi tahun terberat ditengah perlambatan ekonomi dalam negeri, namun perseroan berupaya menggenjot kinerja penjualan ekspor otomotif. Suparano Djasmin, Direktur ASII mengatakan, ekspor yang dilakukan perseroan sangat bergantung pada kerjasama dengan principle."Tahun lalu, penjualan ekspor TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) 116.000 unit, tahun ini target naik menjadi 150.000 unit," ujarnya.

Dia mengaku, pasar otomotif domestik, khususnya mobil relatif ketat. Hal ini lantaran tingkat penyerapan yang jumlahnya tidak sebanding dengan kemampuan produksi. Sejumlah produsen otomotif beramai-ramai menambah kapasitas produksi dan jaringan.Sementara, peningkatan pembelian tidak secepat laju kenaikan produksi."Kompetisi memang ketat, tapi tidak bisa dilihat tahun ini saja, jangka panjang, 2020-2025 peluang masih besar," imbuh Suparno.

Seperti diketahui, penjualan kendaraan roda empat ASII sepanjang Agustus 2014 naik tidak sampai 1%, yakni dari 46.962 unit menjadi 47.409 unit. Pangsa pasar mobil Astra di bulan Agustus 2014 pun merosot dibanding bulan sebelumnya. Market share kendaraan roda dua ASII bulan lalu sebesar 49%. Sementara di bulan Juli, pangsa pasar perusahaan mencapai 51%.

Ini merupakan penurunan kedua secara berturut-turut mulai Juli 2014. Namun, jika ditarik dari awal 2014, secara nasional pangsa pasar mobil Astra masih sebesar 52%. Adapun, jumlah unit mobil Astra yang terjual mencapai 428.851 unit. Secara nasional, total penjualan mobil sebanyak 830.398 unit.

Sebagai perbandingan saja, sepanjang 2013, pangsa pasar mobil ASII ada di posisi 53%. Angka ini setara dengan penjualan sebanyak 654.573 unit. Adapun, total penjualan kendaraan empat ban ini tahun lalu sekitar 1,22 juta kendaraan. (bani)

Related posts