Perkuat Modal, Cipaganti Bakal Rights Issue - Bidik Perolehan Dana Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta– Guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Cipaganti Citra Graha Tbk berencana melakukan rights issue untuk mendapatkan dana berkisar Rp1-Rp2 triliun pada 2015. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai penopang rencana bisnis pengembangan teknologi informasi (IT) pengelolaan jalan tol,”Kebutuhan kami Rp1 triliun sampai Rp2 triliun,” kata Sekretaris Perusahaan Cipaganti, Jofrial Mecca di Jakarta, Kamis (30/10).

Menurutnya, untuk mendukung bisnis tersebut, Cipaganti berencana mengakuisisi perusahaan yang mampu mengembangkan infrastruktur teknologi informasi untuk pengelolaan jalan tol. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2014 sendiri, Cipaganti memiliki total liabilitas sebesar Rp671,8 miliar. Senilai Rp278 miliar merupakan liabilitas jangka pendek dan sebesar Rp393,4 miliar merupakan liabilitas jangka panjang.

Belum lama ini, saham PT Cipaganti Citra Graha Tbk resmi diakuisisi 1,93 miliar (53,43%) oleh Terra Investment Holding Ltd, perusahaan berbasis di Hong Kong. Disebutkan, pengambilalihan ini dilakukan oleh anak usaha Terra, yaitu Argentum Assets Pte Ltd.

Direkur Terra Investment Ritche, A Manalastas mengatakan, Terra Investment telah menandatangani sale and purchase of shares agreement dengan para pemegang saham Cipaganti. Dimana pengalihan saham tersebut dilakukan melalui mekanisme crossing di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan begitu, Terra Investment telah resmi menjadi pemegang saham pengendali Cipaganti.

Sebelumnya, PT Cipaganti Global Corporindo mengantongi 7,75% saham Cipaganti, Asia Argentum Assets Pte Ltd memegang 5,54%, Bank of Singapore Ltd memiliki 7% saham. Sisanya saham publik sebesar 79,79%. Ritche menegaskan, tujuan dari pengendalian Cipaganti oleh Terra Investment adalah investasi jangka panjang dalam pengembangan bisnisnya di Indonesia.

Terra adalah perusahaan yang bergerak di bidang investasi yang didirikan berdasarkan hukum Hong Kong. Perseroan fokus berinvestasi pada bidang infrastruktur dan transportasi publik. Sebelumnya, manajemen Terra Investment menjelaskan, setelah pengambilalihan saham selesai, Terra akan melaksanakan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) sisa saham Cipaganti. Hal itu sesuai peraturan IX.H.1 soal pengambilalihan perusahaan terbuka.

Jika mengacu pada harga rata-rata tertinggi saham Cipaganti dalam waktu 90 hari sebelum negosiasi, harga terendah tender offer minimal Rp 105 per saham. Dengan perhitungan tersebut, nilai transaksi tersebut sekitar Rp 202,15 miliar.

Terra Investment disebut-sebut milik William Chiongbian, pengusaha transportasi asal Filipina. Sehari sebelum pengumuman akuisisi, William Chiongbian menyatakan bahwa pihaknya bakal menjadi pemegang saham pengendali Cipaganti. Chiongbian siap menggelar tender offer, setelah menguasai lebih dari 50% saham Cipaganti. (bani)

BERITA TERKAIT

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…

Syailendra Capital Bidik AUM Tumbuh 80%

NERACA Jakarta – Besarnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini, mendorong keyakinan bagi perusahaan manajer investasi bila pertumbuhan…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…