Balitbang KP Gelar Temu Sains, Kebijakan dan Pasar - Sambut Pasar Bebas ASEAN 2015

NERACA

Jakarta – Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBPSE-KP) yang merupakan salah satu satuan kerja lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) menyelenggarakan kegiatan Temu Sains, Kebijakan dan Pasar, di Puri Ratna Room, Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya dengan topik-topik terkait dengan isu strategis yang penting bagi percepatan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia.

“Kami mengharapkan dalam kegiatan ini dapat mewujudkan sinergi dalam mengoptimalikan tugas, peran dan fungsi akademis, pelaku usaha dan pemerintah,” kata Kepala Balitbang-KP, Achmad Poernomo, di Jakarta, Kamis (30/10).

Tema yang diusung pada tahun ini adalah Peluang dan Tantangan Bisnis di Sektor Kelautan dan Perikanan dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Implementasi MEA pada tahun 2015 sesuai dengan kesepakatan dalam KTT ke-12 ASEAN di Cebu bulan Januari 2007. Dalam konteks tersebut, para Menteri Ekonomi ASEAN telah menginstruksikan Sekretariat ASEAN untuk menyusun AEC Blueprint.

AEC Blueprint atau Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA tersebut berisi rencana kerja strategis dalam jangka pendek, menengah dan panjang hingga tahun 2015. Indonesia sebagai bagian dari Komunitas Ekonomi ASEAN seharusnya memiliki peran penting sebagai pusat produksi dan distribusi, bukan sebagai pusat pemasaran produk saja.

“Indonesia sengan jumlah penduduk hampir separuh jumlah penduduk 10 negara ASEAN merupakan daya tarik bagi pelaku ekonomi negara ASEAN lain untuk menjadikan Indonesia sebagai target pasar bagi barang, jasa, modal, investasi dan tenaga kerja,” ujarnya.

Guna mengantisipasi perubahan-perubahan strategis yang dapat berupa peluang dan ancaman terhadap sektor kelautan dan perikanan (khususnya bisnis perikanan) sebagai akibat dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, dilaksanakan Temu Sains, Kebijakan dan Pasar yang merupakan forum komunikasi antara praktisi/pelaku usaha, akademisi, peneliti, dan kalangan birokrasi dalam upaya membangun jaringan dan sinergisme untuk mendukung upaya peningkatan kesiapan sektor kelautan dan perikanan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membangun komunikasi antara praktisi/pelaku usaha, akademisi, peneliti, dan kalangan birokrasi dalam upaya membangun jaringan dan sinergisme untuk mendukung upaya peningkatan kesiapan sektor kelautan dan perikanan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Dalam acara ini materi yang disampaikan adalah pertama, Peluang dan Tantangan Bisnis di Sektor Kelautan dan Perikanan dalam Menghadapi MEA yang disampaikan oleh Ditjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan. Kedua, Daya Saing Produk Perikanan Indonesia Menghadapi MEA, disampaikan oleh Dr. Tajerin. Ketiga kesiapan dunia usaha dalam membangun konektivitas dan kemitraan bisnis di sektor kelautan-perikanan sebagai strategi menyongsong MEA sebagai lesson learn dari pengusaha, yang disampaikan oleh Eksportir produk KP. Bertindak sebagai pembahas adalah 2 orang pakar kelautan dan perikanan yaitu Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri dan Dr. Victor Nikijuluw untuk mengupas lebih jauh strategi sektor kelautan dan perikanan dalam menghadapi MEA.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari berbagai institusi baik pemerintah, akademisi, peneliti dan pengusaha. Dengan konsep acara berupa diskusi interaktif selain sebagai wadah komunikasi, melalui kegiatan ini diharapkan juga dapat diketahui permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha sehingga formulasi solusi dapat disusun bersama-sama sebagai bahan rekomendasi kepada Pemerintah.

Related posts