Indonesia Ajari Fiji Garap Sektor Kelautan dan Perikanan

Jumat, 31/10/2014

NERACA

Jakarta – Peran aktif Indonesia dalam pembangunan ekonomi global, telah mendapatkan pengakuan dari berbagai negara di dunia, di antaranya melalui South South Cooperation (SSC) atau Kerja Sama Selatan-Selatan. Fiji sebagai salah satu negara di kawasan Selatan-selatan, banyak mengapresiasi peran aktif Indonesia tersebut. Dalam hal ini, khusus pada sektor kelautan dan perikanan, Indonesia telah menjalin kerja sama, antara lain melalui pelatihan yang melibatkan negara-negara sahabat, termasuk Fiji, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP).

Untuk membahas tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Indonesia, melalui KKP, dengan Pemerintah Fiji, melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Fiji untuk Indonesia, di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kelautan dan perikanan, Kepala BPSDM KP Suseno Sukoyono menerima audiensi Duta Besar Fiji untuk Indonesia H.E. Seremaia T. Cavuilati, Kamis (30/10), di Kantor BPSDM KP, Jakarta Pusat.

Sejak dibukanya hubungan diplomatik Indonesia–Fiji pada 1974 dan Kedubes RI di Suva, Ibukota Fiji, di tahun 2002, kedua negara senantiasa berusaha memperkuat kerja sama bilateral di sektor kelautan dan perikanan. Hal tersebut dinilai wajar karena Indonesia dan Fiji memiliki banyak kesamaan sebagai negara kepulauan dengan sumber daya kelautan dan perikanan yang melimpah.

Kerjasama bilateral yang telah berjalan diperkuat melalui penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) tentang Kerjasama Kelautan dan Perikanan antara Menteri Kelautan dan Perikanan RI dengan Menteri Pertanian, Perikanan dan Hutan, Republik Fiji yang diwakili oleh Menteri Pertahanan, Keamanan Nasional dan Imigrasi. Penandatanganan berlangsung pada 18 Juni lalu yang langsung disaksikan oleh Presiden RI kala itu Soesilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Fiji Josaia Voreqe Bainimarama.

Di bidang pengembangan SDM kelautan dan perikanan, Cavuilati sangat mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan BPSDM KP, di antaranya kegiatan pelatihan internasional di bidang konservasi perairan bertajuk “International Training Workshop Marine Protected Area Governance.” Pelatihan dengan tema ”Towards Collaborative Governance of Marine Resources Management Across Indonesia and the Coral Triangle Region” yang dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan ini ia hadiri langsung pada 16 September lalu di Pelabuan Benoa, Bali. Saat itu, ia juga berdiskusi langsung dengan Kepala BPSDM KP dan para peserta lainnya pada Focus Group Discussion sebagai side event acara tersebut.

Selain itu, pada 1 Oktober lalu, Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bekerja sama dengan KKP, melalui BPSDM KP, mengadakan program beasiswa bagi calon peserta didik dari aggota Melanesian Spearhead Group (MSG), untuk mengikuti pendidikan kelautan dan perikanan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Waeheru, Ambon, Maluku, salah satu satuan pendidikan BPSDM KP. Program beasiswa ini diikuti oleh tujuh peserta didik dari negara-negara anggota MSG, termasuk Fiji.

Kerja sama KKP dengan Kemlu dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM kelautan dan perikanan ini juga dilakukan melalui pelatihan di sektor kelautan dan perikanan bertajuk “International Training Program on Fisheries Processing Products and Seashell Handicraft Making.” Pelatihan di bidang pengolahan hasil perikanan dan kerajinan kekerangan ini diikuti oleh delapan peserta luar negeri, termasuk Fiji, pada 28 April-2 Mei lalu di Tabanan, Bali.

Peserta diberikan best practice yang diterapkan di Indonesia dalam pengolahan hasil perikanan yang mudah dan aplikatif seperti pembuatan bakso dan nuget ikan, serta kerajinan kekerangan yang dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pelatihan tersebut merupakan wujud peran aktif KKP dalam mendukung isu peningkatan Food Security, Gender Mainstraiming dan Sustainable Development Goals yang dilaksanakan dalam kerangka kerja sama Selatan-Selatan.

Perkuat Kerjasama

Kerja sama BPSDM KP dengan Fiji ini bukanlah hal baru. Sebagai review atas dukungan KKP melalui pelatihan yang telah dilaksanakan dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan, KKP telah melaksanakan pelatihan sektor kelautan dan perikanan sejak 2009 yang melibatkan 21 negara, termasuk Fiji. Misalnya, pelatihan internasional budidaya ikan air tawar di Sukabumi tahun 2010, pelatihan internasional pengolahan hasil perikanan di Akademi Perikanan Sidoarjo tahun 2012, pelatihan kawasan konservasi perairan di Tegal tahun 2013, dan sebagainya.

Indonesia dalam hal ini KKP memegang teguh komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama jangka menengah dan panjang dengan negara-negara anggota MSG. Pada jangka waktu 2014-2019 KKP bersama Kemlu telah memetakan bantuan dan kerja sama teknis di sektor kelautan dan perikanan bagi negara-negara anggota MSG, secara spefifik yakni dalam bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan hasil perikanan, dan pengelolaan kawasan konservasi kelautan.

Sebagai contoh, pada tahun 2015 dilakukan pelatihan pengolahan kerupuk ikan di Fiji, hasil kerja sama KKP dengan Kemlu RI dan Kementerian Urusan Wanita Fiji. Pelatihan itu akan dilanjutkan dengan pembentukan pusat kerupuk di Namotomoto, Nandi, Fiji. Selain pelatihan, dukungan lainnya yang diberikan adalah penyediaan tenaga ahli pengolahan kerupuk ikan serta bantuan mesin dan peralatan pengolah kerupuk ikan yang diajukan pemerintah Fiji.

Dengan diselenggarakannya kerja sama ini diharapkan dapat terwujudnya peran aktif Indonesia di kancah internasional dalam pembangunan ekonomi dunia global, khususnya dapat membangun minat ekonomi kerakyatan kepada masyarakat dunia, di antaranya negara-negara anggota MSG dan Selatan-Selatan. Ke depannya BPSDM KP akan terus mengembangkan kerja sama dengan pihak terkait lainnya untuk melaksanakan pelatihan yang lebih luas, sebagai bentuk komitmen KKP dalam pembangunan ekonomi global tersebut.