Tak Mau Lupakan Keluarga

Rika Rachmawati - Director of Sales and Marketing Grand Sahid Jaya Hotel

Sabtu, 01/11/2014

Karirnya begitu cepat melambung. Hanya dalam beberapa tahun, dirinya sudah memegang posisi strategis sebagai Director of Sales and Marketing Grand Sahid Jaya Hotel. Meski demikian, hal itu tak membuat Rika puas dalam mengembangkan karir.

NERACA

Sebelum sesukses sekarang, Rika, begitu biasa dia disapa, mengaku harus melalui segala aral yang melintang. Dulu, dia memulai kariernya dari Hotel Shangri-la Jakarta pada 2005 dari bawah. Setelah itu, dia menjabat sebagai Assistant Director of Sales and Marketing di Hotel JW Marriot Medan, Sumatera Utara di 2010.

Karirnya dimulai setelah lulus kuliah jurusan akuntansi di sebuah universitas swasta di bilangan Jakarta Timur pada tahun 2004. Sebagai seorang wanita yang tinggal di ibukota, Rika tentunya ingin menjadi wanita karir yang sukses.

Apalagi, segala tindak tanduknya mendapat dukungan kedua orangtua. Seperti kala dia memutuskan lari dari bidang yang biasa digeluti semasa kuliah (akuntan), seperti bekerja di sector perhotelan dia tetap mendapat dukungan kedua orangtuanya.

“Awalnya saya tidak tahu mau bekerja apa. Kebetulan ayah saya punya kenalan, jadinya saya dimasukkan kerja di Hotel Shangri-la,” kata dia.

Mendapat referensi dari sang ayah, tak lantas membuatnya mendapat posisi penting. Ya, saat itu Rika ditempatkan sebagai resepsionis di Restoran Satoo. Dua tahun menjadi resepsionis, lalu ‘naik pangkat’ menjadi sales coordinator bagian penjualan dan pemasaran. Tak lama setelah itu tepatnya di 2008 dia menjabat sales executive.

Bulan Oktober di tahun yang sama, Rika mendapat tawaran dari Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta Selatan sebagai sales manager. Gayung pun bersambut, Rika menerima ‘pinangan’ hotel yang berpusat di Maryland, Amerika Serikat (AS) itu.

“Sungguh pengalaman yang luar biasa. Shangri-la adalah tempat saya belajar dan menempa ilmu perhotelan dan restoran. Sangat jarang mereka mau merekrut orang tak berpengalaman seperti saya. Sejak itu, saya mantab berkarir di hotel,” tegas dia.

Waktu demi waktu, karirnya pun terus menanjak hingga menduduki posisi sebagai senior sales manager. Namun ternyata, Rika menyenangi petualangan. Yang terbersit dalam pikirannya adalah mencari pekerjaan baru untuk belajar lebih banyak dan mendapat karir yang lebih besar.

Tahun 2010, dia lalu menyeberang ke Hotel JW Marriot, dan dipercayakan memegang jabatan assistant director of sales and marketing di Medan, Sumatera Utara. Di provinsi yang terkenal keras itu, Rika ditugaskan membentuk tim strategi pemasaran dan penjualan dalam menggaet konsumen baru serta mempertahankan konsumen lama.

Hal ini guna meningkatkan bisnis perusahaan di tengah persaingan antar hotel. Di sini dia membangun strategi dan kapabilitas untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas pelayanan.

Tak bisa dipungkiri, pengalamannya bekerja di dua hotel bintang lima sebelumnya, tak membuat Rika mengalami kesulitan berarti. Terlebih hotel asing. “Definitely! Can't ask for more. Belajar tak ada batasnya. Intinya sih, let it flow aja,” ucap Rika, sembari menebar senyuman.

Akhirnya, pada bulan September 2011 lalu, manajemen Hotel Grand Sahid Jaya kepincut dan ‘meminang’ Rika dengan jabatan director of sales and marketing. Dia memiliki kesan tersendiri ketika memegang jabatan tersebut di hotel milik pengusaha asal Solo Sukamdani Sahid Gitosardjono ini.

“Niat saya dikabulkan. Waktu masih di Ritz Carlton, saya di interview manajemen saat mau diangkat menjadi sales executive. Mereka bertanya mau jadi apa saya lima tahun ke depan. Saya spontan jawab ingin jadi director of sales and marketing. Alhamdulillah, hanya dalam tiga tahun saya sudah dapat,” ujar dia.

Mengembangkan Karir

Ada isltilah “Semakin tinggi pohon, maka semakin besar pula terpaan angin”. Semakin tinggi jabatan, maka semakin besar tanggung jawab yang diemban. Dengan prinsip ini terus membuat Rika semangat mengembangkan karirnya. Apalagi, sosok Rika sangat menyukai tantangan demi tantangan. Sontak apapun akan dilakukannya (hal-hal positif) demi mengejar cita-cita.

Menurut Rika, ada tiga hal yang dipegang teguh dalam karir hingga sekarang. Yaitu, belajar cepat, susun rencana untuk menggapai target dan tujuan ke depan, serta membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang.

“Kalau untuk target jangka pendek sudah terpenuhi. Jangka panjangnya, saya ingin jadi GM (general manager) dalam beberapa tahun mendatang,” tegas Rika.

Tak hanya itu saja. Dirinya berkeinginan mendirikan hotel berbiaya murah atau budget hotel. Dia pun sudah memiliki konsep dan desain hotel idamannya. “Boutique hotel dengan 30 kamar. Pelayanannya bersifat individu, yang tahu kebutuhan konsumen. Saya ingin membentuk image hotel saya sebagai second home-nya mereka,” ulas dia.

Kegiatan Akhir Pekan

Mungkin tidak ada yang menyangka, kalau wanita sesibuk Rika merupakan ibu yang peduli kepada keluarga. Buktinya, setiap pagi hari dia yang selalu menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya. Hal itu sengaja dilakukan Rika agar tak ada jarak dalam keluarga.

Sementara itu, kegiatannya yang “seabreg” tentu saja sedikit mengganggu mewujudkannya. Tetapi Rika punya solusinya. Setiap akhir pekan, dia dan suami selalu mengajak anak-anak jalan-jalan. Entah itu untuk sekedar menonton film, belanja atau lain sebagainya.

Rika punya catatan tersendiri untuk mendapatkan quality time di saat-saat seperti itu. Ya, ketika akhir pekan dia dan suami memang sengaja meliburkan baby sitter yang biasa mengurus anknya sehari-hari. Tujuannya, agar dia dan anak-anaknya mempunyai quality time karena jarang bertemu akibat kesibukan satu sama lain.

“Kalau akhir pekan saya dan suami biasa membawa mereka (anak-anak) jalan-jalan, saya bawa satu suami bawa satu, sementara baby sitter sengaja kita liburkan, karena percuma aja kalau ajak baby sitter dan apa-apa selalu sama mereka,” tutup wanita penggemar belanja ini.