Laba Bersih Saratoga Capai Rp 762 Miliar

Jumat, 31/10/2014

NERACA

Jakarta – Sampai dengan sembilan bulan pertama, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar Rp762 miliar. Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan kerugian bersih sebesar Rp91 miliar pada priode yang sama tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, pertumbuhan laba bersih tidak lepas dari kontribusi yang luar biasa dari peningkatan kinerja pada perusahaan-perusahaan investasi (investee companies) terhadap penguatan fundamental keuangan Saratoga. Tercatat sepanjang periode Januari - September 2014, pendapatan SRTG mencapai Rp4,7 triliun, tumbuh 105% dibandingkan kuartal III 2013 sebesar Rp2,3 triliun. Hal ini terutama didorong oleh peningkatan kapasitas produksi pada PT Tri Wahana Universal, anak perusahaan konsolidasi yang bergerak di bisnis kilang minyak.

Presiden Direktur PT Saratoga Investama Sedaya Tbk, Sandiaga S. Uno mengatakan, masih positifnya pertumbuhan kinerha ditengah perlambatan ekonomi, tidak lepas dari kontribusi dari aktivitas operasional perusahaan investasi ditopang pertumbuhan yang kuat,”Kami berharap bahwa trend pertumbuhan yang positif akan terus berlanjut dan kami sangat mengapresiasi kerja keras dari manajemen tim perusahaan investasi Saratoga yang mampu memberikan hasil yang baik," jelasnya.

Perseroan juga mengungkapkan, nilai aktiva bersih juga meningkat sebesar 22% menjadi Rp21,7 triliun dibandingkan Rp17,8 trilyun di akhir tahun 2013. Nilai Aktiva Bersih dihitung berdasarkan nilai pasar (market value) dari perusahaan investasi yang sahamnya tercatat di bursa dan nilai buku (book value) dari perusahaan investasi yang non-listed.

Kata Sandiaga, Saratoga terus aktif dalam menjajaki investasi baru di sektor konsumer, infrastruktur dan sumber daya alam. Chief Financial Officer Saratoga, Jerry Ngo menambahkan, langkah aktif yang telah dilakukan oleh Saratoga selama Kuartal III 2014 tahun ini yakni investasi di sektor konsumer. Pada Juli 2014, Saratoga menandatangani perjanjian untuk membeli 4,17% saham PT Gilang Agung Persada, sebuah perusahaan yang mengelola mode terkenal, gaya hidup dan merek mewah dengan total nilai sebesar US$5 juta. Saratoga juga menempatkan US$167.000 dalam exchangable bonds yang memberikan opsi tambahan kepemilikan saham hingga 1,67% menjadi maksimal 5,83%.

Untuk meningkatkan nilai perusahaan, Sandiaga menjelaskan bahwa infrastruktur merupakan salah satu sektor bisnis yang menarik perhatian Saratoga. Bukan hanya karena infrastruktur terus menawarkan potensi bisnis di Indonesia, namun karena sektor tersebut terus memberikan kontribusi yang signifikan kepada perekonomian nasional.

Sampai Kuartal III 2014, beberapa perusahaan investasi non listed di sektor infrastruktur mencatat pertumbuhan yang luar biasa seperti PT Lintas Marga Sedaya, PT Medco Power Indonesia dan PT Tri Wahana Universal.

PT Lintas Marga Sedaya (LMS), pemilik konsesi jalan tol Cikampek – Palimanan sepanjang 116 km yang merupakan bagian dari tol Trans Jawa, telah menyelesaikan 61% proses konstruksi dan ditargetkan tahun depan ruas tol ini sudah mulai beroperasi. (bani)