Dorong Sejuta Pelaku UMKM Naik Kelas

Menghadapi Pasar Bebas

Sabtu, 01/11/2014

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia terus berkembang. Namun, pertumbuhan tersebut belum diimbangi peningkatan kualitas para pelaku UMKM di Tanah Air. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak, terutama lantaran para pelaku usaha Indonesia akan menghadapi era perdagangan bebas ASEAN atau AFTA 2015.

NERACA

Permasalahan klasik yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, yaitu rendahnya produktivitas. Situasi tersebut antara lain disebabkan minimnya kualitas sumber daya manusia (SDM), organisasi, penguasaan teknologi, dan pemasaran. Kemudian, terbatasnya akses UMKM terhadap permodalan, informasi, teknologi, pasar, serta faktor produksi lainnya.

Untuk membantu meningkatkan kualitas pengelolaan UMKM, Yayasan Pro Indonesia bekerja sama dengan Sindonews.com, menggelar Program Oneintwenty Movement, gerakan nasional masyarakat wirausaha Indonesia. “Gerakan ini bertujuan menyiapkan pelaku usaha menghadapi AFTA 2015, sehingga mendorong terciptanya sejuta wirausaha hingga tahun 2020 di Indonesia,” ujar pendiri Yayasan Pro Indonesia sekaligus pencetus Program Oneintwenty Movement, Budi Satria Isman, di Jakarta, Selasa (28/10).

Dia menuturkan, saat ini dari 240 juta penduduk Indonesia, hanya 1,65% yang menjadi pengusaha. Gerakan Oneintwenty berupaya meningkatkan jumlah pengusaha hingga mencapai 5% pada 2020, termasuk dari 20 lulusan perguruan tinggi, satu di antaranya menjadi wirausahawan.

Menurut Budi, program ini mengubah mindset pengusaha dengan tidak menjadikan modal dan pasar sebagai kendala utama. “Jika permasalahan terkendala pasar, begitu banyak di antara retail dan pusat perbelanjaan yang masih terbuka dengan berbagai produk-produk mereka,” katanya.

Budi juga menjelaskan, Gerakan Oneintwenty dibuat sebagai program UMKM naik kelas, yaitu menargetkan usaha mikro naik kelas menjadi usaha kecil, usaha kecil meningkat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah menjadi besar.

“Dengan Gerakan Nasional Oneintwenty diharapkan wirausaha Indonesia akan lebih banyak dan dapat berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, serta mampu membuka lapangan kerja baru,” imbuhnya.

Pemimpin Redaksi Sindonews.com, Pung Purwanto mengatakan, Sindonews.com mengapresiasi kegiatan ini karena Oneintwenty Movement merupakan program jangka panjang membangun UMKM. "Kita melihat program ini berbeda dari yang lain. Program ini sistemnya bukan by project, tiga bulan selesai terus pergi, tapi berkelanjutan, sehingga pembinaan UMKM dapat dilaksanakan secara berkesinambungan," ujarnya.

Dia berharap, melalui gerakan ini wirausaha Indonesia dapat terus berkembang, berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, serta mampu membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran.

Hingga April 2014, jumlah wirausaha formal di Indonesia baru mencapai 1,65% jumlah penduduk. Padahal sebenarnya, total pelaku usaha di Tanah Air mencapai 56,5 juta, namun sebanyak 99,8% di antaranya masih berupa usaha mikro dan informal. Untuk penyerapan tenaga kerja, UMKM menjadi penyokong utama sebesar 97%. Ini menunjukkan tingginya kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia.

Adapun dalam program ini Sindonews membantu mengawal Gerakan Oneintwenty mulai dari pembinaan sampai dengan awarding (pemberian penghargaan). Sindonews juga membuat microsite khusus, sistem monitoring yang terintegrasi dan SosMed (social media) "Oneintwenty movement". Selanjutnya, Sindonews akan mewadahi promosi para pelaku usaha di seluruh Indonesia, dan menjadi "Ambasador" kegiatan UMKM.

Namun, tanpa dukungan stakeholder yang merupakan tulang punggung pelaksanaan Gerakan Oneintwenty Movement, seperti perbankan, pemerintah, BUMN, kampus/universitas, komunitas, retail, jaringan swasta dan korporasi, program besar ini tidak akan berjalan dengan maksimal. Dibutuhkan komitmen bersama untuk membangun UMKM di Tanah Air.