BEI Targetkan Laba Bersih Rp 900,93 Miliar

Kamis, 30/10/2014

NERACA

Jakarta – Tahun depan menjadi tahun tantangan bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring mulai berlakunya perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA 2015). Oleh karena itu, kondisi ini juga menjadi peluang untuk meningkatkan kinerja keuangan dank arena itu, pihak BEI menargetkan pendapatan sebesar Rp900,93 miliar di 2015 atau meningkat dibandingkan total pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp783,50 miliar,”Peningkatan tersebut diperkirakan karena adanya kenaikan pada pos pendapatan usaha sebesar 20,08% menjadi Rp787,63 triliun," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, Rabu (29/10).

Dia menjelaskan, pihaknya juga memproyeksikan biaya usaha tahun 2015 mencapai Rp772,73 miliar, termasuk biaya iuran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp118,15 miliar. Sehingga laba sebelum pajak menjadi Rp128,21 miliar, setelah dikurangi estimasi beban pajak sebesar Rp46,50 miliar."Kami perkirakan dari itu semua laba bersih BEI di 2015 sebesar Rp81,71 miliar," tukasnya.

Di sisi lain, total biaya investasi di bidang teknologi informasi dan perkantoran BEI diproyeksikan mengalami penurunan 1,15% menjadi Rp109,73 miliar, jika dibandingkan perolehan tahun sebelumnya mencapai sebesar Rp111 miliar. Penurunan total biaya investasi disebabkan sebagian investasi di 2014 diproyeksikan terealisasi di tahun ini. Sehingga tidak dianggarkan kembali di tahun depan.

Namun demikian, terdapat beberapa inisiatif strategis investasi baru di bidang teknologi informasi yang dianggarkan pada 2015, antara lain pada sinkronisasi, optimalisasi dan peningkatan pada beberapa bagian di sistem perdagangan,”Jadi sub total investasi di sistem perdagangan di tahun 2015 diperkirakan akan mencapai sebesar Rp6,62 miliar," kata Ito.

Ditambahkannya, total aset BEI akan meningkat 5,66% menjadi Rp1,99 triliun di 2015, jika dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp1,88 triliun. Kata Ito, keyakinan perekonomian nasional pada 2015 lebih prospektif menjadi alasan perseroan mematok target yang lebih agresif, seperti rata-rata nilai transaksi harian sepanjang tahun depan ditargetkan mencapai Rp7 triliun. “Kami optimistis menghadapi kondisi perekonomian di 2015,”ungkapnya.

Menurutnya, BEI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2015 akan berada pada kisaran 5,4-5,7%, sedangkan inflasi akan berada pada rentang 5,5-5,75%. “SPN tiga bulan sebesar 6,2%, suku bunga deposito rupiah 8,2% dan kurs rupiah Rp12.000 pe rUSD,” tambah Ito.

Sementara itu, BEI juga menargetkan jumlah perusahaan yang mencatatkan saham lewat mekanisme initial public offering (IPO) menjadi 35 emiten dan memperkirakan 60 emiten akan melakukan pencatatan tambahan (rights issue).“Pada 2015 paling tidak akan ada stabilitas politik. Situasi politik tahun ini telah menghambat target IPO. Kalau pada tahun kemarin tidak ada lagi hingar-bingar politik, mungkin target 30 emiten bisa tercapai,”paparnya. (bani)