Soechi Lines Bidik Dana IPO Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Soechi Lines Tbk yang merupakan perusahaan di bidang pelayaran ini berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dengan menawarkan 30% atau 2.571.428.500 saham dari seluruh jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum dengan nilai nominal saham sebesar Rp 100 per lembar saham.

Direktur Utama Soechi Lines, Go Darmadi mengungkapkan bahwa dalam melakukan IPO ini perseroan menawarkan harga di kisaran Rp 600 hingga Rp 800 per saham,”Kami akan melepas 2.571.428.500 saham di harga Rp 600 sampai Rp 800 per saham," kata Darmadi di Jakarta, Rabu (29/10).

Dalam aksinya ini perseroan akan memperoleh dana segar berkisar antara Rp 1,54 triliun hingga Rp 2,05 triliun.Perseroan juga telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan RHB OSK Securities Indonesia yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi pada gelaran IPO ini.

Sementara itu, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan akan diperoleh pada 20 November 2014. Masa penawaran umum pada 24-26 November dan tanggal penjatahan 28 November serta dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 2 Desember 2014.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO sekitar 50% untuk pembelian kapal melalui entitas anak guna mendapatkan/memenuhi kontrak-kontrak baru di masa yang akan datang. Sekitar 25% untuk pembayaran lunas sebagian utang-utang entitas anak kepada bank sehubungan dengan fasilitas kredit investasi dan modal kerja dan sisanya sekitar 25% untuk modal kerja entitas anak.

Perseroan hingga saat ini memiliki dan mengoperasikan 33 armada, yang terdiri dari oil tanker, chemical tanker, gas carrier, serta floating, storage, and offloading (FSO).“Kami juga memiliki satu kapal tunda dan dua kapal tongkang yang digunakan sendiri untuk keperluan operasional pembangunan kapal di lokasi shipyard (galangan kapal)," tukas dia.

Sebagian besar armada melayani para pengguna kapal yang berasal dari industri minyak dan gas bumi, baik itu perusahaan domestik maupun perusahaan multinasional. Perseroan dalam rangka mendukung kegiatan usaha pelayaran yang terintegrasi, pada tahun 2009 mendirikan entitas anak yang fokus pada bisnis galangan kapal, yaitu PT Multi Ocean Shipyard (MOS) di Tanjung Balai, Karimun, di Kepulauan Riau yang berfokus pada potensi penyediaan jasa maintance, repair dan overhauling (MRO) kapal serta pembangunan kapal baru (new building).

Sebagai informasi, Go Darmadi menegaskan, pihaknya akan bertindak sebagai perusahaan yang professional dalam menghadapi pengetatan sejumlah regulasi dan perizinan, jika pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mengetatkan sektor maritime,”Kami akan profesional, jika Presiden Jokowi fokus mengetatkan pada sektor maritim. Tentunya akan ada aturan yang ketat terkait safety maupun skill," ujarnya. (bani)

Related posts