BTN Gandeng Al Azhar Terbitkan Tabungan Qurban iB

Kamis, 30/10/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meluncurkan produk Tabungan BTN Qurban iB. Strategi penghimpunan dana murah saat ini sedang disasar oleh Bank BTN. Melalui produk tabungan berbasis syariah, Bank BTN berharap dapat mengelola dana murah dari masyarakat. “Kami akan terus berupaya untuk menggali sumber dana murah untuk mendukung bisnis perseroan,” kata Maryono, Direktur Utama BTN, usai meresmikan peluncuran produk Tabungan BTN Qurban iB di Jakarta, Rabu (29/10).

Menurut dia, saat ini perseroan tengah aktif mengenalkan produk dan jasa layanan perbankan yang dimiliki BTN kepada masyarakat. Ini diperlukan dalam melakukan reposisi korporasi. Tujuannya agar masyarakat luas tahu bahwa BTN juga mempunyai produk layanan perbankan yang beragam dan didukung teknologi modern.Kebutuhan transaksi perbankan apa saja bisa diberikan oleh BTN.

"Kehadiran Tabungan BTN Qurban iB sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang mempunyai rencana untuk berqurban. Tabungan ini khusus untuk masyarakat yang punya niat untuk berqurban," tegas Maryono. Dalam peluncuran produk Tabungan BTN Qurban iB ini BTN menggandeng Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Azhar.

Kerja sama dengan YPI Al Azhar sendiri secara umum menyangkut Penyediaan Fasilitas Pelayanan Jasa Perbankan Berdasarkan Prinsip Syariah. Kerja sama secara khusus dilakukan dalam rangka memberikan kemudahan kepada Nasabah Tabungan BTN Qurban iB dalam melaksanakan ibadah Qurbannya. Dengan adanya kerjasama ini seluruh nasabah Tabungan BTN Qurban iB dapat melakukan pembelian dan penyaluran hewan qurban melalui Al Azhar Peduli Ummat sebagai unit usaha dari YPI Al Azhar.

Untuk menjadi nasabah Tabungan BTN Qurban iB, calon nasabah cukup melakukan setoran awal sebesar Rp150 ribu dengan setoran selanjutnya minimal Rp100 ribu dengan auto debet atau Rp50 ribu melalui nonauto debet serta saldo mengendap Rp50 ribu.

Berdasarkan publikasi Laporan Keuangan BTN pada triwulan III 2014, tercatat kinerja Unit Usaha Syariah (UUS) BTN dari sisi aset tumbuh 18,87% dari posisi tahun 2013 menjadi sebesar Rp10,530 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 18,80% menjadi Rp7,906 triliun. Sementara pembiayaan mencapai Rp9,137 triliun atau tumbuh 22,75% dibanding posisi yang sama tahun 2013. [kam]