Imbas Rugi Kurs, Laba Medco Turun 4,9%

NERACA

Jakarta – Hingga akhir kuartal tiga tahun ini, PT Medco Energi Tbk (MEDC) mencatat laba bersih sebesar US$ 9,51 juta atau setara Rp114,12 miliar (kurs Rp12.000). Angka itu turun 4,9% dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 10 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (29/10).

Dijelaskannya, susutnya laba bersih disebabkan turunnya penjualan dan pendapatan serta meningkatnya rugi selisih kurs. Penjualan dan pendapatan tercatat tergerus 9,97% menjadi US$ 551,94 juta atau setara Rp662,33 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 613,08 juta.

Turunnya penjualan dan pendapatan usaha lainnya sejalan dengan berkurangnya jumlah beban pokok penjualan dan biaya langsung lainnya menjadi US$ 353,1 juta dari US$ 363,84 juta. Akibatnya, laba kotor yang dibukukan perusahaan menurun menjadi US$ 353,1 juta dari US$ 363,84 juta. Laba tahun berjalan perusahaan sektor energi ini turun 1,66% menjadi US$ 13,07 juta atau setara Rp156,84 miliar dari akhir kuartal III tahun lalu senilai US$ 13,29 juta.

Laba bersih per saham tergerus menjadi US$ 0,0029 per lembar dari sebelumnya US$ 0,003 per lembar. Adapun total aset perusahaan pada akhir September tahun ini mencapai US$ 2,71 miliar atau setara Rp, dengan total utang senilai US$ 1,79 miliar. Jumlah itu meningkat dibanding akhir 2013, di mana aset perusahaan sebesar US$ 2,53 miliar, dengan utang US$ 1,63 juta.

Sebagai informasi, PT Medco Energi Internasional Tbk melalui anak usaha Medco E&P Indonesia dan Medco International Venture Limited (MIVL) berhasil menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Libya. Disebutkan, perseroan berhasil menemukan migas pada Sumur o47, Libya. "Sumur Hijau-2 merupakan sumur delineasi yang berada di Blok South Sumatera PSC. Sumur ini dibor hingga kedalam 5.695 kaki (1.736 meter)," kata Presiden Direktur dan CEO MedcoEenergi, Lukman Mahfoedz.

Pengujuian Drill Stem Test (DST) membuktikan cadangan gas dengan ketebelan kolom 35 meter di formasi Baturaja Limeston. Dari hasi awal pengujian, sumur Hijau-2 mampu mengalirkan gas sebesar 5,05 juta standar kaki kubik per hari pada choke 24/65 inci.

Sumur Hijau-2 ini akan membuka prospek-prospek hidrokarbobn baru di cekungan South Sumatera yang kaya dengan kandungan migasnya di mana perseroan beroperasi. "Temyan ini akan menambah cadangan migas perseroan dan meningkatkan jumlah produksi gas untuk pasar domestik," ucap Lukman.

Sementara itu, Sumur O2 ditajak sejak 23 Mei 2014, pada kedalaman 10.780 feet. Hasil pengujian sumur menunjukkan bahwa Sumur O2 dapat mengalirkan minyak sebesar 3.300 barel per hari dan gas sebanyak 140.000 standar kaki kubik per hari pada choke 48/64 inci di formasi Top Lower Akakus,”Lokasi sumur O2 yang terletak diluar cekungan cadangan ini membuktikan adanya elemen stratigrafi yang bisa menghubungkan cekungan ini dengan cekungan-cekungan lainnya di area tersebut," kata Lukman. (bani)

Related posts