Harga Kebutuhan Pokok di Cianjur Berangsur Turun

NERACA

Cianjur - Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di pasar induk Cianjur kini sudah mulai berangsur turun sementara harga beras masih tetap stabil seperti halnya ketika menjelang Lebaran. Namun stok beras di pasar tradisional kini dinyatakan aman.

Harga beras IR 64 sejak pertengahan bulan puasa hingga saat ini masih tetap Rp 7.500 hingga Rp 7.600 per kg, beras pandan wangi Rp 8.000 per kg hingga Rp 8.300 per kg serta beras Cianjur Rp 9.000 per kg. Untuk beras merah pun masih tetap sama seperti sebelumnya segarga Rp 8.000 per kg.

Masih mahalnya harga beras tersebut menurut keterangan beberapa pedagang di pasar tradisonal Cianjur, diduga akibat mahalnya harga gabah di tingkat petani, ditambah musim kemarau serta hasil panen yang minim. Pasokan dari petani saat ini tetap kurang walaupun musim panen ketiga sudah usai sejak beberapa minggu yang lalu.

“Harga beras tetap stabil sejak memasuki bulan puasa kemarin hingga kini belum terjadi kenaikan ataupun penurunan harga,” ungkap Surasa, salah seorang pedagang beras induk Cianjur.

Sementara itu harga daging sapi yang pada H-2 Lebaran mencapai Rp 80.000 per kg kini sudah mulai turun senilai Rp 10.000 atau hanya senilai Rp 70.000 per kg. Sedangkan harga penjualan dalam jumlah banyak atau untuk kebutuhan hajatan harga lebih rendah lagi senilai Rp 2.000 atau hanya Rp 68.000 per kg.

Turunnya harga daging sapi tersebut menurut keterangan pedagang daging di Pasar Cogasong Majalengka, Ajid, mulai terjadi sejak Minggu (4/9) kemarin karena hari-hari sebelumnya masih tetap Rp 80.000. Stok dagingpun kini di setiap pedagang cukup banyak karena petani sendiri telah mau melepas harga sapinya dengan harga lebih rendah. “Sekarang mah petani yang jual sapinya juga banyak, kalau kemarin sebelum lebaran mereka kan bertahan ingin harga tinggi,” ungkap Iis Istikomah

Menurut dia, para pedagang daging asal kota baik dari Bandung ataupun dari Jakarta sendiri mengambil daging dari daerah dan berupaya membeli sapi dari petani di kampung-kampung. Hal itu diduga akibat pasokan daging ke kota berkurang.

"Biasanya kita yang mengambil daging dari kota sekarang malah sebaliknya, katanya daging dikota pasokannya kurang sementara kebutuhan masih tetap tinggi terlebih sekarang semua pemudik kembali ke kota. Makanya mereka, pedagang daging yang di kota sekarang pada tutrun ke kita,” ujar Iis Istiqomah pada Neraca.

Sementara untuk harga telur ayam di pasaran juga kini mulai turun yang pada saat menjelang lebaran mencapai angka Rp 16.000 per kg saat ini turun Rp 2.000 per kg-nya. Demikian juga dengan harga ayam kampung dan ayam sayur yang sempat mencapai harga Rp 40.000 per kg dan ayam kampung Rp 60.000 per kg. Ayam sayur sudah hampir mulai normal seharga Rp 26.000 per kg.

Related posts